Tautan-tautan Akses

Pilot Taiwan Keliru Matikan Mesin Beberapa Detik sebelum Kecelakaan


Pesawat ATR-72 TransAsia Airways sesaat sebelum jatuh ke Sungai Keelung di Taipei, Februari lalu (foto: dok).

Pesawat ATR-72 TransAsia Airways sesaat sebelum jatuh ke Sungai Keelung di Taipei, Februari lalu (foto: dok).

Pilot pesawat TransAsia Airways ATR-72 yang jatuh di Taipei Februari lalu, keliru mematikan satu-satunya mesin pesawat yang berfungsi.

Pilot pesawat TransAsia Airways yang jatuh di Taiwan bulan Februari lalu, mematikan satu-satunya mesin pesawat yang berfungsi, hanya beberapa detik sebelum pesawat itu jatuh, menurut sebuah penyelidikan awal.

Pesawat ATR-72 itu mengalami kerusakan pada salah satu dari dua mesinnya, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Songshan Taipei.

Pesawat tadi menukik, kemudian jatuh di Sungai Keelung, menewaskan 43 orang, termasuk pilot dan ko-pilot. Lima belas orang penumpang lainnya berhasil diselamatkan dalam insiden itu.

Badan Keselamatan Penerbangan Taiwan, hari Kamis (2/7), mengungkapkan, mesin pesawat gagal berfungsi karena terjadi kesalahan dalam sebuah sensor penghubung dalam sistem penerbangan otomatik pesawat.

Tetapi daripada mematikan mesin yang rusak tadi, sebagaimana biasanya bila terjadi situasi seperti itu, pilot malahan mematikan satu -satunya mesin yang berfungsi.

Para pejabat keamanan mengutarakan hari Kamis, pilot, yang namanya tidak diungkapkan itu, tidak lulus dalam ujian simulator penerbangan bagi mesin yang rusak, hanya beberapa bulan sebelum kecelakaan.

Mereka juga mengatakan, rekan-rekannya menggambarkan dia sebagai orang yang mudah gugup dan tak percaya diri.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG