Tautan-tautan Akses

Pilot-pilot TransAsia Diuji Ulang Menyusul Kecelakaan Maut


Bagasi-bagasi diletakkan dekat rongsokan pesawat TransAsia Airways bernomor penerbangan GE235 yang jatuh, di Taipei (5/2). (Reuters/Pichi Chuang)

Bagasi-bagasi diletakkan dekat rongsokan pesawat TransAsia Airways bernomor penerbangan GE235 yang jatuh, di Taipei (5/2). (Reuters/Pichi Chuang)

TransAsia membatalkan 90 penerbangan dalam tiga hari ke depan guna memungkinkan 71 pilot pesawat ATR-nya diuji ulang seperti disyaratkan Badan Administrasi Aeronautika Sipil Taiwan.

Pilot-pilot TransAsia yang mengoperasikan pesawat jet jenis baling-baling dan terlibat kecelakaan maut Rabu memulai uji kemampuan Sabtu (7/2) sementara penyidik mengamati kesalahan pilot sebagai faktor dalam kecelakaan itu.

TransAsia membatalkan 90 penerbangan dalam tiga hari ke depan guna memungkinkan 71 pilot pesawat ATR-nya diuji ulang seperti disyaratkan Badan Administrasi Aeronautika Sipil Taiwan.

Kecelakaan pesawat itu menewaskan setidaknya 40 orang dan 15 orang berhasil diselamatkan. Tim pencarian dan penyelamatan menyusuri Sungai Keelung untuk mencari tiga orang yang masih hilang.

Penyidik hari Jumat mengatakan, dua mesin turboprop itu gagal memberi dorongan yang cukup untuk mengangkat pesawat ATR 72-600, menyebabkan pesawat jatuh ke sungai tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Songshan di Taipei Rabu pagi.

Pejabat-pejabat Dewan Keselamatan Penerbangan Taiwan dalam jumpa pers hari Jumat mengatakan, perekam suara dan data menunjukkan, mesin sebelah kanan mati 37 detik setelah lepas landas.

Salah seorang pilot kemudian mematikan mesin kiri - mungkin tidak sengaja - lalu mencoba menghidupkannya lagi. Tetapi pesawat itu jatuh sebelum pilot bisa menghidupkan kembali mesin. Rekaman pengendali lalu lintas udara menunjukkan, kata-kata terakhir pilot sebelum pesawat itu jatuh adalah "Mayday, mayday, engine flameout."

Pejabat-pejabat hari Jumat mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kegagalan mesin itu.

XS
SM
MD
LG