Tautan-tautan Akses

Pilkada di 5 Negara Bagian akan Uji Popularitas PM India


Seorang wanita India menyapu trotoar di depan tembok yang ditutupi dengan poster dewa Hindu di Guwahati, India, Senin, 2 Januari, 2017. (Foto: dok). India akan melakukan Pilkada di Punjab, Uttar Pradesh, Uttarakhand, Manipur dan Goa itu akan dimulai tanggal 4 Februari dan berlangsung hingga lebih dari satu bulan.

Seorang wanita India menyapu trotoar di depan tembok yang ditutupi dengan poster dewa Hindu di Guwahati, India, Senin, 2 Januari, 2017. (Foto: dok). India akan melakukan Pilkada di Punjab, Uttar Pradesh, Uttarakhand, Manipur dan Goa itu akan dimulai tanggal 4 Februari dan berlangsung hingga lebih dari satu bulan.

Pilkada paling penting berlangsung di Uttar Pradesh, negara bagian yang paling padat penduduknya di mana partainya, Partai Bharatiya Janata (BJP), berharap bisa merebut kontrol kekuasaan dari sebuah partai regional.

India akan melangsungkan serangkaian pilkada di lima negara bagian yang akan menguji popularitas PM Narendra Modi menyusul kebijakan kontroversial penarikan sejumlah uang kontan dari peredaran sebagai langkah untuk memerangi korupsi namun mengakibatkan kelangkaan uang tunai di negara itu.

Pilkada yang dilangsungkan di Punjab, Uttar Pradesh, Uttarakhand, Manipur dan Goa itu akan dimulai tanggal 4 Februari dan berlangsung hingga lebih dari satu bulan. Ketua Komisi Pemilu Nasim Zaidi mengatakan Rabu (4/1), lebih dari 160 juta pemilih akan berpartisipasi dalam perhelatan demokrasi ini.

Diselenggarakan di tengah-tengah masa jabatan perdana menteri, pilkada itu akan memastikan apakah langkah tiba-tibanya untuk menarik 86 persen uang kontan didukung para pemilih atau justru menyengsarakan orang-orang miskin yang paling terpukul karena kelangkaan uang tunai.

Pilkada paling penting berlangsung di Uttar Pradesh, negara bagian yang paling padat penduduknya di mana partainya, Partai Bharatiya Janata (BJP), berharap bisa merebut kontrol kekuasaan dari sebuah partai regional. Analis politik Neerja Chowdhury dari New Delhimengatakan, hasil pilkada ini akan menentukan situasi pemilihan umum tahun 2019.

Jika Modi bisa memenangkan Uttar Pradesh, katanya, ini akan mengirim sinyal stabilitas politik ke investor dan membantu memicu pertumbuhan ekonomi, yang selama ini mengalami perlambatan. Namun jika kalah, kata Chowdhury, Modi akan terancam kedudukannya. Ia menjelaskan, jika skenario kedua terjadi, partainya sendiri akan menyerang Modi, dan kekuatan oposisi bertambah.

Laporan-laporan menyebutkan, langkah Modi yang radikal dan beresiko politik, untuk menarik uang dari peredaran dalam usaha memberantas penimbun uang ilegal, ini diambil atas usulan sejumlah penasehat kepercayaannya. Langkah itu awalnya mendapat dukungan masyakarat kelas bawah dan menengah.

Mereka memujinya sebagai langkah paling berani yang diambil seorang pemimpin untuk memberantas korupsi. Saat diungkapkan dalam kampanye, langkah itu menghantarkannya ke kekuasaan pada 2014. Namun, ada kekhawatiran dukungan rakyat menurun karena langkah itu diterapkan dengan buruk.

Selama berpekan-pekan orang-orang mengantri untuk mendapatkan uang pengganti, sementara banyak orang kehilangan pekerjaan karena kelangkaan uang kontan telah memperlambat pertumbuhan sektor informal yang mempekerjakan jutaan orang. (ab/uh)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG