Tautan-tautan Akses

Pihak Demokrat Cemaskan Kesatuan Partai dalam Persaingan Clinton-Sanders

  • Jim Malone

Seorang pendukung partai Demokrat mengenakan pin bergambar kandidat Capres AS Hillary Clinton dan logo kampanye Bernie Sanders (Foto: dok).

Seorang pendukung partai Demokrat mengenakan pin bergambar kandidat Capres AS Hillary Clinton dan logo kampanye Bernie Sanders (Foto: dok).

Meningkatnya ketegangan mengancam kemampuan Partai Demokrat untuk melawan Donald Trump.

Unggulan kandidat Presiden Partai Demokrat Hillary Clinton mengklaim kemenangan tipis dalam pemilihan pendahuluan hari Selasa di Kentucky sementara saingannya Bernie Sanders melanjutkan kemenangannya dengan kemenangan di Oregon.

Clinton semakin dekat untuk menjadi calon presiden Partai Demokrat kemungkinan awal Juni. Meski demikian Sanders tidak menunjukkan tanda tanda menyerah dan ketegangan antara kedua kampanye meningkat membuat khawatir sebagian kalangan Demokrat bahwa partai itu akan kesulitan bersatu untuk menghadapi calon Partai Republik, Donald Trump.

Bernie Sanders meraih kemenangan besar dalam pemilihan pendahuluan di Oregon setelah kalah tipis dari Hillary Clinton di Kentucky.

Meskipun Clinton unggul jauh dalam perolehan suara delegasi, Sanders mengatakan kepada pendukungnya di California ia tidak akan menyerah.

"Saya akui perjuangan akan sulit tapi kita punya kemungkinan mendapat mayoritas suara delegasi di Philadelphia," kata Sanders.

Ketegangan antara kampanye Clinton dan Sanders tampak dalam konvensi Partai Demokrat baru-baru ini di Nevada ketika para pendukung Sanders menyampaikan rasa frustrasi mereka pada para pejabat partai.

Meski demikian Clinton bertekad untuk terus maju dan memusatkan perhatiannya kepada calon Partai Republik, Donald Trump.

"Ia bisa mengatakan apa saja yang diinginkannya mengenai pribadi saya. Saya akan melawan dan berbicara atas nama setiap warga Amerika yang diserang dan dihinanya,” kata Clinton.

Sanders mungkin tertinggal dalam perolehan suara delegasi tapi ia terus menarik massa yang besar dan pendukung setia.

Analis Bill Galston mengatakan kesuksesan Sanders pernah terjadi dalam sejarah.


"Kemenangan-kemenangan terakhir oleh pecundang sama sekali bukan hal yangluar biasa. Kitamenyaksikan hal yang sama ketika Bill Clinton bersaing dan akhirnya memenangkan pencalonan Partai Demokrat," kata William Galston dari Institusi Brookings.

Kemenangan-kemenangannya bisa memberi Sanders beberapa keuntungan dalam konvensi Partai Demokrat, kata redaktur majalah Roll Call, Melinda Henneberger.

"Tujuannya saat ini jelas mempengaruhi kebijakan partai itu, dan berusaha mendorong Clinton lebih ke kiri," komentarnya.

Menurut Galston, pada akhirnya Sanders harus mengambil langkah untuk mempersatukan partai mendukung Clinton dalam melawan Trump.


"Clinton harus bertindak, demikian pula Senator Sanders. Dan menurut saya tanggung jawab utama untuk mengarahkan pendukungnya ke sana tergantung pada Sanders bukan Clinton," lanjutnya.

Jajak-jajak pendapat terbaru menunjukkan Trump makin dekat dengan Clinton dan persaingan akan berlangsung ketat pada pemilihan bulan November mendatang. [my/isa]

XS
SM
MD
LG