Tautan-tautan Akses

AS

Pihak Berwenang di Baltimore Imbau Ketenangan


Polisi mendorong media dan kerumunan di jalan setelah jam malam berlaku di Baltimore (30/4). (AP/David Goldman)

Polisi mendorong media dan kerumunan di jalan setelah jam malam berlaku di Baltimore (30/4). (AP/David Goldman)

Polisi bersiap mengantisipasi kerusuhan lagi seandainya rincian laporan ke kejaksaan bocor.

Pihak berwenang di kota Baltimore, bagian timur Amerika Serikat, mengimbau masyarakat supaya tenang dan sabar sementara para jaksa memutuskan apakah akan mendakwa polisi yang turut dalam penangkapan seorang pemuda kulit hitam yang meninggal dalam tahanan polisi.

Polisi menyerahkan temuan laporan mereka mengenai kematian tersebut kepada kantor kejaksaan negara-bagian hari Kamis (30/4), sehari sebelum batas waktu yang dibuat sendiri. Kesimpulan penyelidikan internal itu belum diungkapkan kepada umum.

Kerahasiaan polisi mengenai kasus itu telah menambah kekecewaan banyak orang yang mengeluh pihak berwenang tidak berterus terang mengenai kematian Freddie Gray yang berusia 25 tahun itu yang meninggal akibat cedera tulang leher tanggal 19 April.

Jaksa negara bagian, Marilyn Mosby, mengatakan Kamis, kantornya melakukan penyelidikannya sendiri mengenai kematian tersebut.

”Kami meminta masyarakat agar tetap bersabar dan damai dan percaya pada proses tata peradilan,” katanya.

Pemrotes hari Kamis kembali mengadakan demonstrasi besar yang damai di tengah kota Baltimore. Lainnya berpawai di Cincinnati dan Philadelphia, dimana polisi menghambat massa menutup jalan raya utama. Tetapi jalan-jalan di Baltimore umumnya kosong setelah jam malam mulai berlaku pukul 10, yang menurut pihak berwenang kemungkinan akan berlaku beberapa hari lagi.

Kota itu umumnya telah tenang sejak kekerasan Senin malam. Tetapi, polisi bersiap mengantisipasi kerusuhan lagi seandainya rincian laporan ke kejaksaan bocor. Para pejabat kepolisian tidak mau menanggapi temuan mereka.​

Protes diadakan sebelumnya pekan ini di kota-kota lain, dan demonstrasi besar akan diadakan lagi sepanjang sisa pekan ini di Baltimore.

Para saksi mengatakan setelah polisi menangkap Gray, mereka memasukkannya ke bagian belakang mobil dan membawanya ke tahanan tanpa mengenakan sabuk keselamatan. Polisi kabarnya tidak mengindahkan permohonan pemeriksaan medis.

Tetapi, banyak dari pemrotes mengatakan kekerasan dan demonstrasi di Baltimore bukan hanya mengenai Gray. Mereka mengatakan mereka berpawai menentang perlakuan buruk terhadap warga kulit hitam oleh polisi dan para pejabat kota yang dituduh tidak bersedia melakukan apapun untuk mengubahnya.

Mereka juga marah karena apa yang mereka lihat sebagai kurangnya kekuatan ekonomi, sesuatu yang mereka katakan telah tetap demikian selama puluhan tahun di daerah kediaman kulit hitam.

XS
SM
MD
LG