Tautan-tautan Akses

AS

Pidato Obama Picu Beragam Reaksi di Myanmar


Situasi lalu lintas yang padat di persimpangan Shwegontai di Rangoon, Myanmar.

Situasi lalu lintas yang padat di persimpangan Shwegontai di Rangoon, Myanmar.

Obama mengklaim bahwa reformasi di Myanmar adalah sebuah keberhasilan kebijakan luar negeri Amerika.

Sejumlah politisi dan aktivis di Rangoon mengungkapkan berbagai reaksi setelah Presiden Amerika Barack Obama mengklaim bahwa reformasi di Myanmar adalah sebuah keberhasilan kebijakan luar negeri Amerika.

Dalam pidato di hadapan para lulusan akademi militer West Point, Rabu (28/5), Obama mengatakan bahwa dengan dorongan rakyat Myanmar, inisiatif diplomatik Amerika menjadi penggerak reformasi demokrasi di Myanmar.

Anggota eksekutif Partai Solidaritas dan Pembangunan Persatuan, Hla Shwe, mengatakan klaim Obama adalah bualan dengan mengatakan bahwa reformasi di Myanmar digerakkan sendiri tanpa bantuan apapun dari Amerika.

“Kami sudah berada di jalur demokratis dengan sendirinya dan tidak menerima sepeser pun dari mereka (AS) sampai sekarang," ujarnya.

Nan Khin Htwe Myint, seorang juru bicara partai oposisi, Liga Nasional untuk Demokrasi, mengatakan kebijakan belah bambu (stick and carrot policy) Washington memang membuahkan hasil di Myanmar.

"Saya kira ia (Obama) membuka jalan ke mana (Myanmar) harus pergi dengan menunjukkan kepemimpinan," ujarnya.

Ketua Komite Parlemen Myanmar untuk urusan luar negeri, Hla Myint Oo, mengatakan meski kebijakan keterlibatan pemerintahan Obama dengan Myanmar merupakan langkah positif, namun mempertahankan sanksi sepertinya strategi Washington yang konsisten.

Sementara itu, Jennifer Quigley dari lembaga Kampanye AS untuk Myanmar di Washington mengatakan Amerika telah melakukan terlalu banyak hal terlalu cepat, sehingga memberi sangat sedikit pengaruh untuk masalah-masalah hak asasi manusia dan demokrasi yang masih ada.

AS dan negara-negara barat lainnya mulai melonggarkan sanksi setelah Myanmar mulai reformasi politik pada 2011 menyusul kekuasaan militer selama beberapa dekade.
XS
SM
MD
LG