Tautan-tautan Akses

Pidato PM Israel di PBB Sedikit Sekali Singgung Palestina

  • Patsy Widakuswara

PM Israel Benjamin Netanyahu memberikan pidato pada Sidang Majelis Umum PBB hari Kamis (1/10).

PM Israel Benjamin Netanyahu memberikan pidato pada Sidang Majelis Umum PBB hari Kamis (1/10).

Pidato Benjamin Netanyahu pada Sidang Umum PBB Kamis (1/10) sedikit sekali menyinggung tentang Palestina, namun ia mengatakan Israel “siap melakukan negosiasi langsung tanpa syarat” dengan Palestina.

Sebagaimana dalam tahun-tahun sebelumnya, pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di depan Sidang Umum PBB hari Kamis (1/10), kembali menyorot ambisi nuklir dan agresi Iran yang menurutnya merupakan ancaman bagi Israel.

Dalam pidatonya Netanyahu menyatakan, “Iran telah meningkatkan pengiriman pasukan ke Suriah untuk mendukung pemerintahan rezim Bashar Al-Assad” serta telah “mengirimkan rudal SA-22 dan Yakhount ke Hizbullah di Libanon untuk menyerang Israel.”

Ia juga mengklaim Iran telah membangun drone bersenjata untuk kelompok Hamas dan Jihad Islam di Gaza.

PM Netanyahu juga mengkritik perjanjian nuklir dengan Iran yang baru saja dicapai oleh Amerika Serikat dan lima kekuatan dunia lainnya. Menurutnya kesepakatan ini memberi penghargaan pada perilaku buruk Iran dan bahwa “ancaman terbesar dunia saat ini adalah apabila kekuatan militan Islam disatukan dengan senjata nuklir.”

Pemimpin Israel ini juga mengecam negara-negara anggota PBB yang menurutnya tidak ramah pada Israel dan bungkam di tengah ancaman Iran untuk menghancurkan Israel. Bahkan PM Netanyahu berhenti bicara selama 20 detik untuk menekankan poinnya ini.

Pidato Netanyahu sedikit sekali menyinggung tentang Palestina, namun ia kembali mengulang seruannya bahwa Israel “siap melakukan negosiasi langsung tanpa syarat” dengan Palestina.

Selama ini Palestina bersikeras baru akan memulai kembali perundingan jika Israel melepaskan tawanan Palestina, menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina dan jika perundingan berlandaskan garis perbatasan yang ada sebelum perang tahun 1967.

Dalam pidato di hadapan sidang majelis umum PBB sehari sebelumnya, Mahmoud Abbas menyatakan Otoritas Palestina tak lagi terikat Perjanjian Perdamaian Oslo, maupun perjanjian lainnya yang menjadi landasan solusi dua negara Palestina dan Israel yang hidup berdampingan secara damai.

Mahmoud Abbas menuduh Israel melanggar perjanjian yang ditandatangani tahun 1993 dan 1994, dan mengatur keamanan, ekonomi dan isu lainnya terkait wilayah Palestina yang diduduki Israel setelah perang tahun 1967.

Menurut Mahmoud Abbas, tak ada alasan bagi Palestina untuk mematuhi perjanjian ini jika Israel tak mematuhinya. Tambahnya, Palestina kini merupakan “negara yang dijajah” dan Israel harus menjalankan tanggung jawabnya sebagai penjajah.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG