Tautan-tautan Akses

Mayoritas Petugas Medis Liberia Tolak Seruan Mogok


Para petugas kesehatan bersiap memasuki klinik di Monrovia, Liberia Senin (13/10).

Para petugas kesehatan bersiap memasuki klinik di Monrovia, Liberia Senin (13/10).

Mayoritas perawat dan asisten dokter tetap masuk kerja, dan fasilitas-fasilitas medis tetap beroperasi pada permulaan seruan untuk mogok hari Senin (13/10).

Sebagian besar petugas medis di Liberia tetap bekerja hari Senin, mengabaikan seruan mogok yang bisa mengganggu upaya memberantas wabah Ebola.

Serikat Petugas Medis Liberia sebelumnya mengajak anggota-anggotanya untuk tetap tinggal di rumah hingga mereka menerima tunjangan khusus yang lebih besar karena bekerja di tempat berbahaya, yang pernah dijanjikan oleh pemerintah Liberia. Tetapi beberapa pejabat rumah sakit mengatakan mayoritas perawat dan asisten dokter tetap masuk kerja, dan fasilitas-fasilitas medis tetap beroperasi.

Sekjen serikat pekerja Liberia, George Williams menuduh pemerintah menekan para pekerja supaya jangan mogok kerja.

Kantor berita Reuters mengutip Menteri Kesehatan Liberia Walter Swenigale yang mengatakan, tunjangan khusus yang dijanjikan kini tersedia dan sedang dibagikan.

WHO mengatakan Ebola telah menewaskan lebih dari 2.300 orang di Liberia, termasuk 95 petugas medis. Para pekerja mengeluhkan kurangnya perlengkapan untuk melindungi mereka dari virus Ebola.

Wabah Ebola telah menewaskan lebih dari 4.000 orang di Afrika Barat dari 8.300 orang yang tertular.

Sementara itu Badan Kesehatan Masyarakat di Kanada hari Senin mengatakan tahap awal uji klinis vaksin eksperimen Ebola telah dimulai. Vaksin itu menunjukkan hasil baik dalam uji medis terhadap hewan dan akan diujicoba pada manusia di Institut Penelitian Angkatan Darat Walter Reed di Maryland.

XS
SM
MD
LG