Tautan-tautan Akses

Pemberontak Ancam Keamanan Petugas Kemanusiaan Gempa Pakistan

  • Ayaz Gul

Seorang korban gempa melepas dahaganya di antara puing-puing rumahnya yang ambruk karena gempa di daerah Awaran, Pakistan (27/9/2013)

Seorang korban gempa melepas dahaganya di antara puing-puing rumahnya yang ambruk karena gempa di daerah Awaran, Pakistan (27/9/2013)

Kekhawatiran mengenai keamanan menghalangi organisasi kemanusiaan melakukan bantuan atas korban gempa Pakistan karena zona bencana itu adalah kubu pemberontak etnis Baluchistan.

Tentara Pakistan dan paramiliter sebagian besar melakukan sejumlah kegiatan kemanusiaan di sekitar distrik Awaran yang paling parah dilanda gempa kuat minggu lalu yang berpusat di daerah itu.

Para petugas penyelamat dan dokter-dokter mengatakan bencana itu telah menyebabkan 400 orang lebih tewas. Banyak lagi yang luka-luka dirawat di RS. Pihak berwenang memperkirakan sekitar 300 ribu orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak kehilangan tempat tinggal dan sangat membutuhkan bantuan.

Kekhawatiran mengenai keamanan menghalangi PBB dan badan-badan bantuan asing memberi bantuan langsung untuk kegiatan kemanusiaan itu karena zona bencana itu adalah kubu pertahanan kuat pemberontak etnis Baluchistan.

Para pemimpin nasional termasuk menteri utama provinsi, Abdul Malik Baluch menyerukan kepada militan untuk melakukan gencatan senjata sehingga tidak mengganggu kegiatan kemanusiaan.

Di beberapa daerah, para korban dilaporkan menolak bantuan dari tentara Pakistan, takut akan pembalasan militan.

Menteri Utama Baluch mengatakan kepada VOA bahwa pemberontak telah mengabaikan seruan pihak berwenang tapi ia berjanji untuk memberikan bantuan darurat bagi korban gempa.

“Kita tidak boleh takut akan serangan militan karena pemerintah bertekad untuk memberi fasilitas mendasar dan kami memberi makanan, tenda dan sistim komunikasi bagi daerah yang terimbas gempa,” kata Baluch.

Sejak bantuan kemanusiaan dimulai lebih dari seminggu lalu, pemberontak kerap menarget tentara yang membawa ransum bagi korban gempa. Kekerasan itu sejauh ini telah menewaskan enam tentara.

Baluch mengatakan kondisi harus aman sebelum pembangunan kembali dimulai guna melindungi para korban dari musim dingin yang keras. Tapi ia mengatakan Pakistan akan membutuhkan bantuan internasional untuk melakukan tugas tersebut.

“Tidak diragukan lagi kita tidak mempunyai sumber daya yang cukup dan kita meminta kepada masyarakat internasional, khususnya PBB untuk membantu kita karena ada kehancuran rumah dalam skala yang sangat besar. Sekitar 25 ribu rumah rusak, dan kita tidak bisa membangun daerah-daerah ini sendirian,” lanjut Baluch.

Pihak berwenang di Pakistan mengatakan tidak akan membiarkan begitu saja serangan-serangan pemberontak terhadap tentara yang melakukan tugas kemanusiaan di provinsi Baluchistan yang dilanda gempa, meskipun ada seruan damai.

Kekerasan itu sejauh ini telah menewaskan sekitar enam tentara tapi pejabat mengatakan serangan itu tidak mengganggu kegiatan kemanusiaan.

Baluchistan adalah provinsi terluas di Pakistan namun berpenduduk paling sedikit dan kaya sumber daya alam. Pemberontakan separatis pecah disana sejak pemerintah federal menempatkan militer dalam jumlah besar di kawasan yang miskin itu.
XS
SM
MD
LG