Tautan-tautan Akses

Petugas Imunisasi Polio Pakistan Dapat Perlindungan Polisi


Petugas polio bernama Nishat memberikan vaksin polio pada seorang anak perempuan di Lahore, Pakistan (20/12). (Foto: Reuters)

Petugas polio bernama Nishat memberikan vaksin polio pada seorang anak perempuan di Lahore, Pakistan (20/12). (Foto: Reuters)

Polisi mengawal ribuan petugas kesehatan Pakistan dalam melaksanakan program imunisasi polio.

Ribuan petugas kesehatan Pakistan pada Kamis (20/12) melaksanakan program imunisasi polio dengan pengawalan polisi, setelah sembilan petugas tewas ditembak di berbagai tempat di Pakistan oleh para tersangka militan yang menentang kampanye imunisasi tersebut.

Kegiatan imunisasi dihentikan di beberapa bagian Pakistan karena PBB menangguhkan keikutsertaannya di lapangan hingga petugasnya mendapat pengamanan yang lebih baik.
Risiko kekerasan menyurutkan berbagai kemajuan yang tercapai belakangan ini dalam pemberantasan polio di Pakistan, satu dari tiga negara di dunia yang endemik polio.

Taliban menyangkal bertanggungjawab atas penembakan-penembakan terhadap para petugas. Kelompok militan tersebut sebelumnya menuduh para petugas kesehatan bertindak sebagai mata-mata bagi Amerika, dan menuduh vaksin itu dimaksudkan untuk mensterilkan anak-anak Muslim.

Para komandan Taliban di wilayah kesukuan di bagian barat laut Pakistan yang bergejolak sebelumnya juga mengatakan bahwa imunisasi tidak dapat dilanjutkan sebelum Amerika menghentikan serangan pesawat-pesawat tak berawak di negara itu.

Tentangan oposisi terhadap kampanye kesehatan itu kian besar tahun lalu setelah terungkap bahwa seorang dokter Pakistan menjalankan program berkedok imunisasi untuk membantu CIA melacak dan membunuh pendiri al-Qaida, Osama bin Laden, yang bersembunyi di kota Abbottabad di bagian barat laut.
XS
SM
MD
LG