Tautan-tautan Akses

AS

Petinggi AS-Rusia Akui Tantangan dalam Hubungan Kedua Negara


Menlu AS John Kerry (kanan) mendengarkan Menlu Rusia Sergey Lavrov dalam konferensi pers di Gedung Deplu AS di Washington DC (9/8).

Menlu AS John Kerry (kanan) mendengarkan Menlu Rusia Sergey Lavrov dalam konferensi pers di Gedung Deplu AS di Washington DC (9/8).

Menlu AS dan Menhan AS bertemu dengan mitranya dari Rusia dan saling mengakui berbagai tantangan dalam hubungan kedua negara.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Menteri Pertahanan Amerika Chuck Hagel mengawali pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan membicarakan hal-hal penting menyangkut kedua negara.

Keempat pejabat Amerika dan Rusia itu membahas sejumlah isu dimana mereka punya kesamaan pendapat, mulai dari kerjasama di Afghanistan hingga menghentikan program nuklir Korea Utara. Tetapi perbedaan pendapat kedua negara itu yang menjadi berita utama.

Pada awal pertemuan hari Jumat, Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan kedua negara tidak akan menghindari “benturan-benturan yang kadang terjadi.”

“Hubungan antara Amerika dan Rusia tanpa diragukan sangat penting, dan hubungan ini ditandai berbagai kepentingan yang serupa dan kadangkala, kepentingan yang berbenturan dan bertentangan. Saya pikir kita semua sangat tahu hal itu,” kata Kerry.

Rusia baru-baru ini memberikan suaka sementara kepada pembocor informasi rahasia keamanan nasional Amerika, Edward Snowden, meski Amerika meminta ia diesktradisi. Menlu Kerry diperkirakan dalam pertemuan Jumat akan kembali meminta Rusia agar menyerahkan Snowden.

Dukungan Rusia bagi pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad juga akan menjadi topik hangat. Amerika mendukung oposisi dalam konflik saudara di Suriah itu. Analis Graeme Bannerman dari Institut Timur Tengah mengatakan akan sulit menemukan titik tengah dalam berbagai perbedaan pendapat seperti tentang Suriah.

“Saya pikir Rusia memiliki pandangan tentang dunia yang sangat berbeda dari Amerika, dan karenanya akan sulit bagi masing-masing pihak mengubah pandangan mereka,” ungkap Bannerman.

Ada sejumlah sengketa lain. Rusia sangat marah atas rencana Amerika membangun sistem pertahanan misil di Eropa, dan juga menghadang upaya Amerika untuk memberlakukan sanksi lebih berat atas Iran terkait program nuklir negara itu. Amerika juga prihatin mengenai HAM di Rusia.

Tetapi Anthony Cordesman, dari Pusat Kajian Strategis dan Internasional, mengatakan ketegangan itu tidak sedrastis yang tampak dari luar.

“Beberapa perselisihan itu cenderung dibesar-besarkan. Debat mengenai pertahanan misil balistik hanyalah isu yang populer secara politik di Rusia. Mereka tahu Amerika tidak akan membangun sistem pertahanan yang dapat menganggu kemampuan mereka menyerang Amerika,” kata Cordesman.

Setelah Presiden Barack Obama membatalkan jadwal KTT empat mata bulan depan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, para analis mengatakan pembicaraan hari Jumat adalah langkah yang sangat penting guna memuluskan hubungan bilateral.
XS
SM
MD
LG