Tautan-tautan Akses

Peserta Kejuaraan Dunia Terjun Payung Militer Mulai Padati Kota Solo

  • Yudha Satriawan

Para peserta kejuaraan dunia terjun payung militer melakukan kirab budaya di jalanan kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 18 September 2014 (Foto: VOA/Yudha)

Para peserta kejuaraan dunia terjun payung militer melakukan kirab budaya di jalanan kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 18 September 2014 (Foto: VOA/Yudha)

Kejuaraan dunia terjun payung militer di Solo, Jawa Tengah akan dibuka besok, Jumat (19/9) dan berlangsung hingga 28 September mendatang.

Menjelang pembukaan kejuaraan dunia terjun payung militer di Solo, para peserta dari berbagai negara berdatangan ke Solo dan menjalani sesi latihan selama dua hari ini. Deretan tenda dilengkapi simbol bendera masing-masing negara tampak mengelilingi stadion Manahan Solo, Kamis siang (18/9).

Sekjen Komite Olahraga Militer Indonesia yang juga ketua penyelenggara kejuaraan dunia tersebut, Brigjen Endang Sodik, mengatakan tim berbagai negara di dunia sudah menjalani sesi latihan terjun payung di Manahan Solo. Menurut Sodik, para peserta masih ada yang salah lokasi pendaratan saat sesi latihan terjun payung.

“Undangan yang kita sebarkan ada 133 negara. Kuota yang kita berikan yaitu 10 orang untuk tiap negara, 5 putra dan 5 putri. Jumlah peserta ada 406 orang dari 46 negara. Yang sudah confirm dan datang ke Solo ini, ada tim dari China, yang juara kejuaraan tahun 2013 sudah datang ke Solo ini. Kemudian juga tim Korea Selatan, Jerman, Belanda," tambahnya.

Peserta kejuaraan dunia terjun payung militer berlatih di stadion Manahan, Solo, Kamis, 18 September 2014 (Foto: VOA/Yudha)

Peserta kejuaraan dunia terjun payung militer berlatih di stadion Manahan, Solo, Kamis, 18 September 2014 (Foto: VOA/Yudha)

Para peserta ini menjalani uji coba terjun payung. "Kalau tadi memang ada dari peserta luar negeri yang nyasar mendarat, menurut kami itu 'misoriented'. Kemungkinan peserta itu baru pertama datang ke lokasi ini, makanya kita persiapkan uji coba terjun payung dilengkapi dengan official jump training supaya peserta mengenal medan, cuaca, karakter angin di Solo ini," jelas Brigjen Endang Sodik.

Kejuaraan dunia terjun payung militer akan berlangsung hingga 28 September mendatang dan pembukaan akan digelar besok, Jumat (19/9).

Sementara itu, peserta dari sekitar 17 negara, antara lain Belgia, Brasil, Oman, Polandia, Korea Utara, Prancis, Yordania, Maroko, Korea Selatan, Spanyol, Jerman, Australia, Belanda, Chile, Australia, dan Zimbabwe, nampak menjalani sesi latihan terjun payung ini. Mereka terlihat tengah memeriksa peralatan dan kesiapan latihan. Sesi latihan terjun payung ini menggunakan empat helikopter dan pesawat terbang milik TNI.

Para peserta tak hanya melakukan sesi latihan terjun payung saja, tetapi juga akan mengikuti kirab budaya di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo.

Kepala Dinas Pariwisata pemkot Solo, Eny Tyasni Susana mengatakan kejuaraan dunia terjun payung ini juga mengenalkan berbagai budaya tradisional. Menurut Eny, Perwakilan masing-masing negara tersebut juga menjadi duta wisata budaya.

"Kirab budaya ini diikuti para peserta atau delegasi kejuaran dunia terjun payung militer ke-38 di kota Surakarta ini yang dihadiri 46 negara. Diharapkan dengan adanya kirab budaya, akan semakin memperkenalkan budaya di Solo ini ke seluruh penjuru dunia, melalui duta wisata para delegasi kejuaraan dunia terjun payung militer. Sehingga Solo akan semakin dikenal sebagai tuan rumah sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia," ungkap Enny Tyasni.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG