Tautan-tautan Akses

Pesawat Trigana yang Jatuh Bawa Uang Tunai Rp 6,5 Miliar

  • Associated Press

Keluarga penumpang pesawat Trigana Air yang hilang berdiri di depan loket Trigana Air yang tutup di bandara Sentani di Jayapura, Papua (16/8).

Keluarga penumpang pesawat Trigana Air yang hilang berdiri di depan loket Trigana Air yang tutup di bandara Sentani di Jayapura, Papua (16/8).

Empat petugas kantor pos di dalam pesawat mengawal empat karung uang tunai sejumlah $468.750 atau sekitar Rp 6,5 miliar sebagai dana bantuan BBM.

Sebuah pesawat penumpang dengan 54 orang di dalamnya yang jatuh di pegunungan di Papua dilaporkan membawa uang hampir setengah juta dolar atau sekitar Rp 6,5 miliar untuk keluarga-keluarga miskin untuk membantu mereka di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak, menurut seorang petugas kantor pos setempat, Senin (17/8).

Reruntuhan pesawat Trigana Air Service yang berasap terlihat dari udara Senin pagi di daerah yang terjal di Papua, menurut pejabat SAR. Belum ada keterangan mengenai apakah ada penyintas dalam kecelakaan yang terjadi hari Minggu di tengah cuaca buruk tersebut.

Empat petugas kantor pos di dalam pesawat mengawal empat karung uang tunai sejumlah $468.750 atau sekitar Rp 6,5 miliar sebagai dana bantuan BBM, menurut kepala kantor pos Jayapura, Hartono, kepada kantor berita Associated Press.

Pesawat turboprop kembar ATR42-300 itu terbang dari Jayapura ke kota Oksibil ketika hilang kontak. Juru bicara Kementerian Perhubungan Julius Barata mengatakan tidak ada indikasi pilot telah membuat panggilan permintaan tolong.

Dana tunai tersebut berasal dari Kementerian Sosial untuk dibagikan kepada orang-orang miskin di daerah terpencil untuk meringankan beban kenaikan BBM, ujar Haryono.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo menaikkan harga-harga BBM akhir tahun lalu dan memotong subsidi-subsidi pemerintah, langkah yang menurut pemerintah akan menghemat miliaran dolar anggaran negara namun telah memicu protes kemarahan di seluruh negeri.

Pihak berwenang mengatakan puing-puing pesawat terlihat sekitar 12 kilometer dari Oksibil. Henry Bambang Soelistyo, kepala Badan SAR Nasional, mengatakan tim-tim SAR sedang bersiap untuk mencapai lokasi lewat udara dan dengan berjalan kaki.

Pesawat membawa 49 penumpang dan lima awak untuk penerbangan yang dijadwalkan berlangsung 42 menit. Lima anak-anak, termasuk dua bayi, ada diantara penumpang.

"Asap masih membubung dari reruntuhan pesawat ketika ditemukan dalam pencarian," ujar Henry, yang memimpin operasi penyelamatan dari Bandara Sentani di Jayapuran, menambahkan bahwa cuaca buruk dan medan yang sulit menghambat upaya-upaya untuk mencapai reruntuhan yang ada di daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 2.600 meter.

Ia mengatakan pasukan elit dari angkatan udara dan angkatan darat akan membangun landasan helikopter untuk proses evakuasi dekat lokasi jatuhnya pesawat. Alam Papua dipenuhi hutan dan gunung yang sulit ditembus. Beberapa pesawat yang jatuh sebelumnya tidak pernah ditemukan.

Pesawat-pesawat pencarian terbang Senin pagi setelah warga di sebuah desa tak jauh dari Oksibil mengatakan kepada polisi setempat bahwa mereka melihat sebuah pesawat terbang rendah sebelum jatuh ke sebuah gunung, ujar Ludiyanto, yang mengepalai operasi SAR dari Jayapura.

Pejabat pusat krisis pesawat dari bandara Sentani di Jayapura, Budiono, mengatakan semua penumpang adalah warga negara Indonesia dan ada sembilan nama dalam daftar penumpang yang kemudian digantikan oleh orang lain -- sebuah praktik yang umum terjadi dalam maskapai domestik kecil di Indonesia.

Budiono juga mengatakan bahwa diantara penumpang ada tiga pejabat pemerintah lokal dan dua anggota legislatif lokal yang akan menghadiri sebuah upacara Hari Kemerdekaan, Senin, di Oksibil.

Oksibil, sekitar 280 kilometer dari selatan Jayapura, menghadapi hujan lebat, angin kencang dan kabut ketika pesawat hilang kontak dengan bandara beberapa menit sebelum dijadwalkan mendarat.

Presiden Jokowi, dalam pernyataan menjelang upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, bahwa ia menyerukan rakyat mengheningkan cipta dan berdoa bagi awak dan penumpang sebelum peringatan kemerdekaan."

Pembuat pesawat ATR di Eropa mengatakan dalam pernyataan Minggu malam bahwa mereka "mengetahui laporan hilangnya kontak" dengan penerbangan Trigana "dan bersiap mendukung otoritas penerbangan yang relevan." ATR, berpusat di Toulouse, Perancis, membuat pesawat regional dengan jumlah tempat duduk 90 atau kurang.

Trigana Air Service, yang memulai operasi tahun 1991, memiliki 22 pesawat sampai Desember 2013 dan terbang ke 21 tujuan di Indonesia.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG