Tautan-tautan Akses

Pesawat Tempur Mesir Serang ISIS di Libya


Kerabat 27 pekerja Kristen Koptik Mesir yang diculik di Sirte, Libya, melakukan protes untuk menuntut kebebasan mereka, di Kairo (13/2). (Reuters/Mohamed Abd El Ghany)

Kerabat 27 pekerja Kristen Koptik Mesir yang diculik di Sirte, Libya, melakukan protes untuk menuntut kebebasan mereka, di Kairo (13/2). (Reuters/Mohamed Abd El Ghany)

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi sebelumnya telah berjanji dalam pidato televisi untuk menanggapi pemancungan itu, dan menyebutnya “tindak terorisme yang sangat keji.”

Pesawat-pesawat tempur Mesir telah melakukan serangan udara Senin pagi (16/2) terhadap militan Negara Islam (ISIS) di Libya, demikian kata militer, sebagai pembalasan atas pemenggalan 21 orang kristen koptik Mesir yang diculik kelompok tersebut di Libya.

Serangan udara atas kamp latihan militan dan tempat-tempat penyimpanan senjata itu dilakukan beberapa jam setelah kelompok ISIS menunjukkan video pembunuhan itu.

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi sebelumnya telah berjanji dalam pidato televisi untuk menanggapi pemancungan itu, dan menyebutnya “tindak terorisme yang sangat keji.”

Video itu menunjukkan beberapa pria mengenakan celana monyet berwarna oranye sedang digiring di pantai, masing-masing dikawal seorang militan bertopeng. Pria tersebut dipaksa berlutut dan seorang militan berbicara ke kamera dalam bahasa Inggris, kemudian para pria itu dipancung dengan serentak.

Pembunuhan brutal itu digambarkan sebagai pembalasan terhadap seorang pasukan bertopeng yang digambarkan sebagai “gereja Mesir yang memusuhi ISIS.” Kristen Koptik terdiri dari kira-kira 10 persen penduduk Mesir dan menderita diskriminasi dan penindasan luas.

XS
SM
MD
LG