Tautan-tautan Akses

Pesawat-Pesawat F16 Irak Lancarkan Serangan Udara Pertama terhadap ISIS


Jet-jet tempur F-16 di pangkalan udara Balad, 75 kilometer dari utara Baghdad, Irak.

Jet-jet tempur F-16 di pangkalan udara Balad, 75 kilometer dari utara Baghdad, Irak.

Amerika memasok empat pesawat F16 yang pertama ke Irak bulan Juli lalu sebagai bagian dari kontrak yang telah tertunda lama.

Irak melancarkan serangan udara pertamanya terhadap kelompok Negara Islam (ISIS) dengan menggunakan pesawat-pesawat tempur F16 yang disediakan oleh Amerika.

Pejabat militer Irak hari Minggu (6/9) mengatakan pesawat-pesawat tempur itu melancarkan 15 serangan udara, menyasar militan yang sejak tahun lalu telah menguasai sejumlah besar wilayah di Irak bagian utara dan barat.

Menteri Pertahanan Irak Khaled Al Obaidi mengatakan, “serangan ini jelas akan memberi dampak positif atas pertempuran di masa depan.”

Amerika memasok empat pesawat F16 yang pertama ke Irak bulan Juli lalu sebagai bagian dari kontrak yang telah tertunda lama. Tahun 2011, Irak telah memesan 18 pesawat tempur bernilai US$3 milyar dan setahun kemudian Irak setuju membeli 18 pesawat lain bernilai $830 juta.

Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Peter Cook dalam pernyataan hari Minggu (6/9) memuji Angkatan Udara Irak, yang disebutnya “berhasil menggunakan” pesawat tempur itu dalam kampanye internasional melawan kelompok ISIS.

“Amerika bertekad membangun kemitraan strategis dengan Irak dan rakyat Irak, dan kami akan terus bekerjasama dengan pemerintah Irak untuk mengirim sisa pesanan pesawat begitu tersedia/ sesuai kerangka jadwal produksi kami," ujar Cook.

Amerika telah memimpin koalisi internasional untuk melancarkan serangan udara, yang dimulai sejak Agustus 2014 di Irak dan dilanjutkan satu bulan kemudian di Suriah. Menurut data Pentagon, pesawat-pesawat pasukan koalisi telah melancarkan lebih dari 4.100 serangan udara di Irak dan sekitar 2.500 serangan udara di Suriah.

Pasukan darat Irak yang didukung pejuang milisi telah mencapai beberapa kemajuan guna merebut kembali wilayah yang dikuasai ISIS, tetapi kelompok militan itu masih menguasai sebagian besar wilayah tersebut, termasuk beberapa kota terbesar di Irak.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG