Tautan-tautan Akses

Pesawat Etihad Terguncang Hebat dalam Penerbangan ke Jakarta, 32 Terluka

  • Associated Press

Etihad Airways memiliki catatan keselamatan yang baik dan tahun lalu membawa 17,6 juta penumpang.

Etihad Airways memiliki catatan keselamatan yang baik dan tahun lalu membawa 17,6 juta penumpang.

Pesawat dihantam “guncangan hebat dan tak terduga” sekitar 45 menit sebelum mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.

Tiga puluh satu penumpang dan satu awak kabin sebuah penerbangan Etihad Airways terluka, Rabu (4/5), ketika pesawat tiba-tiba melalui turbulensi saat hendak mendarat di Jakarta.

Maskapai penerbangan nasional Uni Emirat Arab itu mengatakan pesawat bernomor penerbangan EY474, yang terbang dari Abu Dhabi, dihantam “guncangan hebat dan tak terduga” sekitar 45 menit sebelum mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.

Pesawat Airbus A330-200 itu mendarat selamat namun sembilan penumpang dan satu awak kabin dibawa ke rumah sakit karena terluka, menurut Etihad. Petugas paramedis mengobati 22 lainnya di klinik bandara untuk luka ringan dan mereka kemudian dipulangkan, ujar maskapai itu.

Haerul Anwar, juru bicara bandara, mengatakan sembilan orang mengalami luka serius. Ia menambahkan bahwa petugas bandara dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi sedang memeriksa pesawat.

Maskapai itu tidak memberikan rincian mengenai tingkat keparahan luka, namun mengatakan guncangan di udara begitu keras sampai merusak tempat penyimpanan barang di kabin.

Juru bicara Kementerian Perhubungan, Hemi Pamuraharjo mengatakan, sedikitnya delapan penumpang Indonesia dan seorang awak kabin asing terluka, dengan beberapa mengalami patah tulang.

Etihad belum memberikan data berapa banyak penumpang yang ada di pesawat. Mereka mengatakan penerbangan dari Jakarta ke Abu Dhabi dengan pesawat yang sama telah dibatalkan dan maskapai sedang membantu para penumpang.

Para penumpang yang berbicara kepada portal berita Okezone mengatakan masker-masker oksigen berjatuhan saat guncangan dan para penumpang, termasuk mereka yang baru pulang umroh dari Arab Saudi, terluka.

“Itu terjadi saat saya sedang shalat,” ujar penumpang bernama Nenden Nurhaini. “Pesawat tiba-tiba bergetar sangat cepat.”

Etihad, seperti para pesaingnya di wilayah Teluk, Qatar Airways dan Emirates di Dubai, telah tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan menarik penumpang transit jarak jauh.

Didirikan tahun 2003, maskapai ini memiliki catatan keselamatan yang baik dan tahun lalu membawa 17,6 juta penumpang. Maskapai memiliki saham di beberapa perusahaan penerbangan lain, termasuk Air Berlin, Alitalia dan Virgin Australia. [hd/dw]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG