Tautan-tautan Akses

Pesawat Dipaksa Kembali Setelah Putra Pejabat Irak Tertinggal


Pesawat jet Middle East Airlines di Bandar Udara Internasional Rafik Hariri di Beirut, Lebanon. (Foto: Dok)

Pesawat jet Middle East Airlines di Bandar Udara Internasional Rafik Hariri di Beirut, Lebanon. (Foto: Dok)

Penerbangan MEA terlambat karena harus berbalik mengambil penumpang yang ketinggalan, yang diidentifikasi sebagai putra Menteri Transportasi Irak Hadi al-Ameri.

Sebuah pesawat Middle East Airlines (MEA) yang terbang dari Lebanon menuju Irak dipaksa untuk berputar arah dalam penerbangannya Kamis (6/3), setelah putra menteri transportasi Irak ketinggalan pesawat dan menelpon Baghdad untuk mencegah pesawat itu mendarat.

Maskapai itu menyatakan pesawat tersebut berbalik arah setelah terbang 21 menit.

Penerbangan MEA terlambat enam menit karena ada penumpang yang ketinggalan, yang diidentifikasi oleh maskapai berbasis di Beirut itu sebagai putra Menteri Transportasi Irak Hadi al-Ameri.

Dua puluh menit setelah keberangkatan pesawat tersebut, direktur MEA di Baghdad menghubungi pilot, dengan mengatakan pihak berwenang Irak tidak akan mengizinkan pesawat itu mendarat di Bandara Internasional Baghdad tanpa putra Ameri di pesawat tersebut. Pesawat yang mengangkut 71 penumpang itu kembali ke Beirut.

Di Baghdad, seorang juru bicara Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengatakan ia telah memerintahkan agar mereka yang mengambil keputusan itu dipecat.
XS
SM
MD
LG