Tautan-tautan Akses

Pesawat Antariksa Swasta Kembangkan Layar Surya


LightSail dan Bima Sakti (Foto: The Planetary Society)

LightSail dan Bima Sakti (Foto: The Planetary Society)

Proyek antariksa yang didanai oleh pihak swasta berhasil mendemonstrasikan layar surya inovatif dengan hasil yang luar biasa walaupun sempat mengalami masalah teknis yang fatal, kata manajer proyek tersebut, Rabu.

Pesawat luar angkasa LightSail seberat 5 kg tersebut dimasukkan ke dalam kota berukuran 10 x 10 x 3 cm, dan menuju orbit dengan menumpang roket Atlas 5 yang membawa pesawat robot antariksa milik Angkata Udara AS, X-37B.

Didanai oleh anggota The Planetary Society, organisasi advokasi antariksa yang berbasis di California, LightSail dimaksudkan untuk mendemonstrasikan bagaimana motor mungil bisa membentangkan empat layar film Mylar tipis menjadi layar seluas ruang keluarga.

Misi lanjutan telah direncanakan untuk akhir tahun depan untuk meletakkan satelit serupa ke orbit yang lebih tinggi agar bisa berlatih teknik propulsi antariksa yang dikenal dengan "solar sailing." Teknik ini berangkat dari ide memanfaatkan tekanan foton dari matahari terhadap film untuk menghasilkan gerakan maju.

"Kami sangat senang, khususnya setelah banyak hal yang kami alami selama proyek ini," kata manajer proyek LightSail, Doug Stetson pada wartawan melalui telepon.

Planetary Society mencoba demo layar surya pada tahun 2005, tapi satelit yang terbang dengan roket Rusia, hilang akibat kecelakaan yang terjadi saat peluncuran.

Pada tahun 2010, Jepang dengan sukses menguji coba layar surya yang direkatkan pada sel surya untuk menghasilkan listrik.

"Ide menangkap sinar surya dengan layar telah diungkapkan sejak beberapa abad lalu," kata ilmuwan planet Jim Bell dari Arizona State University pada wartawan melalui telepon.

Dengan revolusi dalam bidang satelit yang ultra kecil yang disebut dengan "cubesats," layar surya menjadi misi antariksa berbiaya rendah yang terjangkau dan bisa dilakukan, tambahnya.

LightSail berhasil mengatasi masalah komunikasi, gangguan software dan masalah baterai sebelum akhirnya mengibarkan empat layar tersebut pada hari Minggu (7/6).

"Itu adalah saat yang menegangkan," kata Stetson. "Kami hanya punya data terbatas untuk meneruskan misi ini.... Misi ini menguras emosi kami, tim teknis dan tim operasional."

Konfirmasi, melalui potret diri pesawat antariksa, akhirnya datang pada hari Selasa (9/6).

"Melihat foto layar yang indah itu membuat semua jerih payah kami berarti," kata Stetson.

Para manajer proyek ini sedang mempertimbangkan uji coba lain bagi pesawat antariksa ini sebelum tertarik gravitasi bumi dan kembali ke atmosfir akhir pekan ini.

XS
SM
MD
LG