Tautan-tautan Akses

AS

Perusahaan 'Second Chance' Beri Pelatihan Seni Bongkar Bangunan


Bahan-bahan bangunan dari rumah kayu berlantai dua yang dibangun sekitar tahun1980-an ini dibongkar untuk kemudian ditaruh di gudang Second Chance di Baltimore (foto: Dok.).

Bahan-bahan bangunan dari rumah kayu berlantai dua yang dibangun sekitar tahun1980-an ini dibongkar untuk kemudian ditaruh di gudang Second Chance di Baltimore (foto: Dok.).

'Second Chance', perusahaan nirlaba AS yang berkantor pusat di Baltimore, negara bagian Maryland, memberi pelatihan seni membongkar rumah dan gedung yang akan dirobohkan.

Sekelompok pekerja sedang membongkar semua bahan bangunan yang tidak dipakai lagi, dari sebuah rumah yang akan diruntuhkan. Jim Russell, manajer proyek Second Chance, perusahaan nirlaba di kota Baltimore, Maryland, mengelola jenis pekerjaan khusus ini.

Ia menuturkan, "Sekarang ini, yang kami lakukan adalah mencabut lantai, mencopot kosen-kosen, dan daun pintu serta lemari-lemari dapur. Mereka semua siap mengerjakannya, mencabut paku-paku, mengukur, memotong, menumpuknya dan memuatnya ke truk untuk dibawa ke gudang kami.”

Perusahaan Second Chance mempekerjakan orang-orang dari komunitas sekitarnya dan mengajar mereka seni membongkar bangunan.

"Kami membawa orang ke sini dan mengajar mereka ketrampilan agar mereka punya keahlian pekerjaan konstruksi. Jika kita tahu bagaimana rumah itu dibangun, kita tahu bagaimana membongkarnya dengan baik dan aman,” ujar Russell lagi.

Clarence White adalah salah seorang pekerja. Ia mempelajari bagaimana membongkar kayu dan batu secara trampil dan aman, juga membongkar dapur dan kamar mandi. Ia mengatakan, bekerja di Second Chance merupakan pengalaman yang mengubah hidupnya.

"Sebelumnya, saya menjual narkoba, melakukan hal-hal yang tidak benar. Saya masuk penjara, setelah keluar dari penjara, saya mencari pekerjaan, tetapi banyak yang tidak menerima saya. Perusahaan Second Chance menyediakan kesempatan baik bagi saya. Mereka mempercayai saya. Dulu saya tidak punya rasa percaya diri, merasa tidak bisa mendapat pekerjaan , tidak bisa ini dan itu, merasa terbatas, tetapi saya merasa bisa segalanya sekarang,” ungkap White.

Selain pelatihan kerja, perusahaan itu juga menyediakan pelatihan ketrampilan hidup.

"Sekarang saya punya tabungan di bank, saya punya tempat tinggal sendiri. Saya juga bisa menghidupi anak perempuan saya dan memberinya kehidupan yang lebih baik,” tambah White.

Para pekerja itu punya hubungan baik di antara mereka. Joshua Watson sudah bekerja di Second Chance selama sembilan bulan. Mereka dijamin akan diberi pekerjaan dengan perusahaan itu setelah mereka menyelesaikan pelatihan program selama 16 minggu. Menejer proyek, Jim Russell mengatakan, banyak dari mereka juga berhasil pindah ke pekerjaan lain.

Baru-baru ini, pekerja-pekerja itu membongkar bahan-bahan bangunan dari rumah kayu berlantai dua yang dibangun sekitar tahun1980-an. Lantai kayu dan pintu-pintu, perlengkapan dapur dan barang-barang lain akan ditaruh di gudang Second Change di Baltimore. Di sana, orang dapat membeli barang-barang keperluan rumah tangga dengan harga murah. Uang dari hasil penjualan itu digunakan untuk membiayai program pelatihan.

Mark Foster adalah pendiri dan Direktur Second Chance. Organisasi ini telah melatih lebih dari 60 orang sejak mulai dibentuk tahun 2003.
XS
SM
MD
LG