Tautan-tautan Akses

Pabrik Kue Keberuntungan di Seattle Sudah Berproduksi Sejak 1950

  • Wita Sholhead

Menurut Tim Louie, pemilik paberik Chong Tsue, sekitar 25 persen bisnisnya adalah memproduksi kue keberuntungan.

Menurut Tim Louie, pemilik paberik Chong Tsue, sekitar 25 persen bisnisnya adalah memproduksi kue keberuntungan.

Pabrik pembuat kue keberuntungan di barat laut Amerika, tepatnya di kota Seattle, memasok daerah tersebut dengan kue-kue keberuntungan, yaitu kue kecil berwarna cokelat keemasan dengan secarik kertas kecil berisi pesan yang biasa disajikan usai makan di restoran Cina di Amerika, selama beberapa generasi.

Kesibukan dimulai pada pagi hari. Setiap hari, puluhan mobil berhenti di depan pabrik Chong Tsue di Seattle, Washington. Tim Louie adalah pemiliknya. Pabrik tersebut didirikan pada tahun 1917 oleh kakek buyutnya, yang beremigrasi dari Tiongkok.

Perusahaan itu mendapat sebagian besar keuntungannya dari mie yang diproduksinya. Tapi yang paling dikenal dari para pelanggan di daerah itu adalah kue keberuntungannya. Anda dapat menemukan kue-kue itu di hampir setiap restoran Cina di sekitar kawasan itu.

Seorang pengunjung restoran Cina, Alan Sidell, mengatakan pabrik kue keberuntungan itu adalah bagian dari kenangannya akan kawasan itu.

"Pabrik itu memiliki pintu yang terbuka dan jika Anda melintas di depannya, Anda bisa melihat mesin-mesin pembuat kue berputar-putar, dan Anda melihat pekerja menaruh kertas keberuntungan ke dalam adonan,” kenangnya.
Kue keberuntungan (fortune cookies) berupa wafer berwana coklat keemasan dan berisi secarik kertas berisi pesan-pesan keberuntungan.

Kue keberuntungan (fortune cookies) berupa wafer berwana coklat keemasan dan berisi secarik kertas berisi pesan-pesan keberuntungan.

Kue keberuntungan adalah bagian pokok dari makanan di restoran Cina-Amerika. Kue itu berupa wafer berwana coklat keemasan yang dilipat dan berisi secarik kertas kecil. Kertasnya berisi pesan seperti "Hal yang baik datang dalam paket yang tak terlihat" atau “Terimalah tawaran berikut yang datang (pada anda)."

Tidak ada yang tahu di mana atau kapan kue keberuntungan berasal. Sebagian mengatakan ide itu datang dari orang Tionghoa yang menaruh catatan dalam kue bulan untuk memperingatkan tentang invasi Mongolia pada akhir abad ke-13. Seorang sarjana Jepang menyebut kota Kyoto di Jepang sebagai tempat kelahiran kue keberuntungan. Tim Louie memiliki firasat kue itu diciptakan di San Francisco.

Dari manapun asalnya, pabrik Tsue Chong mulai memproduksi kue itu pada tahun 1950. Dan kini, kue keberuntungan menghasilkan seperempat keuntungan dari bisnisnya.

Lantai atas pabrik adalah tempat sebagian besar produksi berlangsung yaitu pembuatan mie.

Salah satu sudut dijadikan tempat pembuatan kue keberuntungan. Tim Louie mengatakan cara membuatnya pertama-tama dibuat adonan yang dicampur dalam mixer besar.

"Dimulai dengan enam bahan. Ini adalah resep asli nenek saya. Tepung terigu, gula, vanili, air, telur dan kelapa. Adonannya sangat tipis, hampir seperti adonan pancake atau crepe ".

Tsue Chong membuat hampir 30 juta kue keberuntungan setiap tahun. Tim Louie mengatakan perusahaannya cukup beruntung, meskipun dalam ekonomi sulit baru-baru ini.

"Bukan berarti kami anti-resesi, tapi kami mampu bertahan, sementara banyak bisnis lainnya, yang sudah berjalan 35-40 tahun tidak selamat. Jadi saya yakin dengan memproduksi makanan, karena orang harus makan, kami dapat menghadapi resesi," paparnya.

Meskipun pesanan restoran turun, pasar swalayan banyak membeli barang-barang dari Tsue Chong karena pelanggan lebih sering makan di rumah. Tetapi seiring dengan berjalannya bisnis, Tim Louie mengatakan dia tidak akan menyerahkan masa depan perusahaannya pada keberuntungan. Ia mengatakan ia berencana menjadikan proses produksi lebih efisien dan pindah ke pasar baru di sepanjang Pantai Barat Amerika.

XS
SM
MD
LG