Tautan-tautan Akses

AS

Perusahaan Internet Minta Izin Buka Rincian Program Pemantauan AS


Kantor Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA). NSA mengakui melakukan pemantauan telepon dan komunikasi elektronik di AS (foto: dok).

Kantor Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA). NSA mengakui melakukan pemantauan telepon dan komunikasi elektronik di AS (foto: dok).

Para eksekutif Google, Facebook dan Microsoft mengatakan mereka ingin semuanya transparan dan terbuka kepada publik Amerika.

Tiga perusahaan besar Internet meminta kepada pemerintahan Presiden Amerika Barack Obama untuk memperbolehkannya membuka rincian perintah pengadilan federal agar perusahaan teknologi itu menyerahkan informasi tentang para penggunanya kepada badan-badan spionase Amerika.

Google, Facebook dan Microsoft mengatakan mereka ingin semuanya transparan dan terbuka di publik. Pejabat tertinggi urusan hukum Google David Drummond pada Selasa (11/6) menulis bahwa “tidak ada yang disembunyikan” perusahaannya.

Drummond mengatakan berbagai laporan media bahwa Google memberi akses tanpa batas ke informasi tentang penggunanya kepada badan-badan spionase sama sekali tidak benar. Ia mengatakan instruksi pemerintah agar merahasiakan rinciannya hanya menambah rumor dan spekulasi.

Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) telah mengakui laporan-laporan suratkabar bahwa programnya bernama PRISM menngumpulkan email dan data lainnya dari berbagai perusahaan Internet.

Seorang bekas kontraktor NSA, Edward Snowden, membocorkan kepada harian Guardian dan Washington Post mengenai program PRISM dan pemantauan NSA atas nomor-nomor telepon yang dihubungi.

Ia mengatakan penting untuk mengungkapkan apa yang disebutnya program pemantauan besar-besaran oleh pemerintah atas warga sipil.
XS
SM
MD
LG