Tautan-tautan Akses

Perusahaan Airbag Jepang Hadapi Masalah Baru, Sahamnya Anjlok


Seorang petugas keamanan tengah berjaga di sebuah showroom Takata Corp. di Tokyo, Jepang (Foto: dok).

Seorang petugas keamanan tengah berjaga di sebuah showroom Takata Corp. di Tokyo, Jepang (Foto: dok).

Harga saham perusahaan itu turun hampir 20 persen sore hari di bursa Nikkei setelah Honda Motors mengumumkan tidak lagi membeli inflator atau pemompa air-bag dari Takata untuk dipasang di hadapan kursi depan.

Pembuat air-bag mobil atau bantalan udara Takata menghadapi masalah baru. Harga saham pemasok komponen mobil Jepang itu anjlok hari Rabu setelah pihak berwenang Amerika mengenakan denda yang sangat besar terhadap perusahaan itu dan perusahaan tersebut kehilangan klien terbesarnya karena skandal mengenai pemompa bantalan-udara yang cacat.

Harga saham perusahaan itu turun hampir 20 persen sore hari di bursa Nikkei setelah Honda Motors mengumumkan tidak lagi membeli inflator atau pemompa air-bag dari Takata untuk dipasang di hadapan kursi depan.

Keputusan Honda itu diumumkan beberapa jam setelah badan pengawasan keselamatan angkutan Amerika mengenakan denda rekor $ 200 juta terhadap Takata karena gagal memperingatkan umum dan pemerintah mengenai masalah pemompa itu.

Delapan orang telah tewas dan lebih 100 lainnya cedera ketika bantalan udara atau air-bag yang dirancang untuk melindungi sopir dan penumpang dalam kecelakaan, tiba-tiba meledak, yang menerbangkan kepingan besar logam ke kendaraan dan pengendara. Semua insiden itu terjadi dalam mobil buatan Honda.

Pemompa air-bag yang cacat itu telah menimbulkan penarikan jutaan mobil di seluruh dunia, termasuk 19 juta di Amerika Serikat saja. [gp]

XS
SM
MD
LG