Tautan-tautan Akses

Perundingan Sudan-Sudan Selatan Berlangsung Alot


Ketua Perunding Sudan Selatan Pagan Amum (foto: dok).

Ketua Perunding Sudan Selatan Pagan Amum (foto: dok).

Perundingan Sudan-Sudan Selatan dikabarkan berlangsung alot dan pembicaraan awal dibatasi hanya terkait prosedur dasar.

Pembicaraan perdamaian antara perunding Sudan dan Sudan Selatan dikabarkan berlangsung alot, Rabu (31/5), walaupun ada laporan pertempuran baru dan pertanyaan mengenai penarikan keseluruhan pasukan Sudan dari daerah minyak penting Abyei.

Ketegangan memuncak saat perundingan hari kedua terlambat tiga jam. Perunding Sudan Selatan Pagan Amum mengatakan pembicaraan awal dibatasi hanya mengenai masalah prosedur mendasar.

Pembicaraan babak sebelumnya macet bulan lalu setelah pertempuran perbatasan maut menyeret kedua pihak ke ambang perang. Pertempuran tersebut merupakan pertempuran terburuk sejak Selatan memisahkan diri dari Sudan bulan Juli lalu pasca sengketa puluhan tahun.

Kekhawatiran akan kembali perang mendorong Dewan Keamanan PBB meloloskan resolusi yang memerintahkan kedua pihak menghentikan pertempuran dan kembali ke pembicaraan perdamaian.

Sudan Selatan telah menarik 700 polisinya dari Abyei sebelum batas waktu Selasa lalu. PBB mengukuhkan bahwa Khartoum juga telah menarik pasukan dari daerah yang disengketakan itu. Namun sumber-sumber diplomatik mengatakan sejumlah polisi Sudan masih ada di Abyei.

Perunding Sudan Selatan menuntut sanksi PBB terhadap Khartoum karena berbagai pelanggaran resolusi Dewan Keamanan. Meskipun demikian Sudan Selatan menyatakan siap meneruskan perundingan.

Pihak Sudan tidak bersedia berbicara kepada wartawan dan sebagai gantinya mengeluarkan pernyataan yang menekankan janji Khartoum untuk mencapai penyelesaian melalui perundingan atas semua masalah yang dipersoalkan, dan menjanjikan pematuhan sepenuhnya pada perdamaian dan kestabilan.

Kedua pihak mempunyai sengketa yang sulit mengenai perbatasan, kewarga-negaraan dan pembagian penerimaan dari minyak.
XS
SM
MD
LG