Tautan-tautan Akses

Perundingan Nuklir Iran Berlanjut, Tenggat Waktu Mendekat


Menlu AS John Kerry (kiri), utusan Uni Eropa Catherine Ashton, dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dalam pertemuan di Muscat, Oman (10/11).

Menlu AS John Kerry (kiri), utusan Uni Eropa Catherine Ashton, dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dalam pertemuan di Muscat, Oman (10/11).

Pertemuan untuk membahas program nuklir Iran di Oman itu menyusul dua hari pembicaraan antara Iran, AS, dan Uni Eropa yang berakhir tanpa terobosan.

Para perunding dari Iran dan kelompok enam negara besar dunia mengadakan satu lagi putaran perundingan hari Selasa (11/11) sementara tenggat waktu untuk mewujudkan kesepakatan mengenai program nuklir Iran semakin mendekat.

Pertemuan di Oman itu menyusul dua hari pembicaraan yang dipimpin Menlu Iran Javad Zarif, Menlu AS John Kerry dan utusan Uni Eropa Catherine Ashton, yang berakhir tanpa terobosan besar.

Kedua pihak telah berusaha selama hampir setahun untuk mencapai kesepakatan yang bertahan lama dan menyeluruh, setelah memutuskan untuk memperpanjang periode waktu enam bulan yang ditetapkan sebelumnya dan berakhir tanggal 24 November.

Amerika, Inggris, China, Perancis, Rusia dan Jerman ingin Iran memberi jaminan bahwa Teheran tidak menggunakan fasilitas nuklirnya untuk mengembangkan senjata, sementara Iran menginginkan pencabutan penuh serangkaian sanksi ekonomi.

Dalam berita lain, Rusia dan Iran sepakat atas pembangunan dua lagi reaktor nuklir di instalasi tenaga atom Iran di Bushehr, yang didirikan Rusia. Kontrak yang ditandatangani para pejabat kedua negara di Moskow itu juga mencakup kemungkinan pembangunan beberapa reaktor nuklir lain di Iran.

Kesepakatan itu mengharuskan adanya sertifikasi dan pengawasan dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

XS
SM
MD
LG