Tautan-tautan Akses

Perundingan Nuklir Iran Berada pada Titik Genting


Menteri Luar Negeri AS John Kerry (paling kiri) dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif (kedua dari kanan).

Menteri Luar Negeri AS John Kerry (paling kiri) dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif (kedua dari kanan).

Perundingan nuklir Iran di Swiss berada pada titik genting di mana kedua pihak mengatakan terserah kepada pihak lain untuk mencapai kompromi.

Sementara tenggat waktu hari Selasa semakin dekat bagi kerangka kesepakatan dengan Iran, Menteri Luar Negeri AS John Kerry membatalkan rencana pulang ke AS hari Minggu untuk hadir dalam sebuah acara yang telah direncanakan.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan dalam pesan Twitter hari Sabtu bahwa Iran siap membuat kesepakatan yang baik dan menunggu rekan-rekannya melakukan hal sama. Namun para pejabat dari enam negara besar dunia yang terlibat dalam pembicaraan itu mengatakan Iran harus berkompromi.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS hari Sabtu mengatakan "Tugas serius dan sulit terus berlanjut. Kami perkirakan intensitasnya memang meningkat seperti yang kami cermati jika ada kemungkinan kesepakatan."

Iran dan kelompok yang disebut P5 Plus 1 (Inggris, Tiongkok, Prancis, Rusia, Amerika dan Jerman) menghadapi batas waktu 31 Maret untuk mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan Iran guna mengekang pengayaan uranium agar tidak bisa membangun sebuah bom nuklir. Sebagai gantinya, sanksi yang merugikan perekonomian Iran akan dicabut.

Iran ingin sanksi segera berakhir. Tapi Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius hari Sabtu mengatakan ada kekhawatiran tentang bagaimana caranya memantau Iran mematuhi perjanjian.

Menteri-menteri luar negeri Prancis dan Jerman bersama John Kerry melakukan pembicaraan dengan Zarif hari Sabtu di Lausanne.

Menteri-menteri Inggris, Tiongkok dan Rusia tiba hari Minggu.

Iran membantah hendak membangun senjata nuklir dan menegaskan program nuklirnya hanya bertujuan damai.

XS
SM
MD
LG