Tautan-tautan Akses

Perundingan Nuklir IAEA dan Iran di Wina Gagal


Inspektur ketua Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Herman Nackaerts (kiri) kecewa dengan hasil pembicaraan di Wina yang tidak menghasilkan kemajuan.

Inspektur ketua Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Herman Nackaerts (kiri) kecewa dengan hasil pembicaraan di Wina yang tidak menghasilkan kemajuan.

Inspektur ketua Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Herman Nackaerts mengatakan di Wina (8/6), hasil pembicaraan itu mengecewakan dan tanpa kemajuan.

Perwakilan badan pengawas nuklir PBB dan Iran mencapai jalan buntu dalam pembicaraan hari Jumat untuk mendapat akses yang mungkin ke situs militer yang merupakan kunci program nuklir Iran yang kontroversial. Kepada wartawan di Wina hari Jumat, inspektur ketua Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Herman Nackaerts mengatakan pembicaraan itu mengecewakan dan tanpa kemajuan. Ditambahkan, utusan Iran untuk IAEA Ali Asghar Soltanieh dan pejabat IAEA tidak menetapkan tanggal pertemuan selanjutnya.

Babak baru perundingan IAEA dengan Iran dimulai untuk mencapai kesepakatan yang akan memungkinkan badan itu memulai kembali investigasi terhadap dugaan upaya senjata nuklir di Iran. IAEA menginginkan akses ke pangkalan militer Iran, Parchin, di mana diyakini Iran melakukan penelitian senjata nuklir.

Teheran mengatakan Parchin adalah fasilitas senjata konvensional dan menegaskan program nuklirnya bertujuan damai. Kedua pihak mengatakan kemajuan telah dicapai dalam diskusi sebelumnya tentang masalah itu tahun ini, meskipun masih terdapat perbedaan.

Sementara itu, Presiden Tiongkok Hu Jintao bertemu Presiden Iran Mahmoud Ahmedinejad di Beijing hari Jumat. Media pemerintah Tiongkok melaporkan, pemimpin mereka mendesak pemimpin Iran agar mengambil pendekatan yang fleksibel dan pragmatis dalam pembicaraan dengan IAEA. Organisasi peneliti Amerika mendapat citra satelit bulan lalu yang menunjukkan Iran mungkin telah berusaha menghancurkan jejak-jejak pengujian senjata nuklir di Parchin.
XS
SM
MD
LG