Tautan-tautan Akses

Perundingan dengan Taliban Undang Optimisme

  • Ayaz Gul

Pasukan keamanan Afghanistan menginspeksi lokasi serangan bunuh diri setelah bentrokan dengan tentara Taliban di sebuah fasilitas intelijen di Kabul (7/7).

Pasukan keamanan Afghanistan menginspeksi lokasi serangan bunuh diri setelah bentrokan dengan tentara Taliban di sebuah fasilitas intelijen di Kabul (7/7).

Pertemuan hari Selasa di dekat Islamabad merupakan pertemuan langsung pertama antara pemerintah persatuan nasional Afghanistan pimpinan Presiden Ashraf Ghani dengan Taliban yang Islamis untuk menjajagi cara-cara membuka proses perdamaian.

Hari Kamis, tim pemerintah yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Afghanistan Hekmat Khalil Karzai memberikan penjelasan kepada para wartawan di Kabul mengenai pertemuan itu.

Ia mengatakan perwakilan Taliban, termasuk anggota jaringan Haqqani, datang dengan dukungan penuh pimpinan pusat mereka.

Karzai mengatakan, " Dalam pertemuan itu kami diyakinkan bahwa pihak yang berbicara dengan kami sepenuhnya berhak untuk mengambil keputusan," katanya.

Ia menepiskan selentingan bahwa delegasi Taliban tidak sepenuhnya mewakili Taliban. Ia mengatakan Taliban sekali lagi menegaskan keberatannya atas kehadiran pasukan asing di Afghanistan, sanksi PBB terhadap para pemimpinnya, dan keprihatinan tentang para tahanan Taliban. Ia membantah laporan-laporan kedua pihak sepakat untuk tidak melancarkanserangan besar-besaran.

Wakil pemerintah Haji Din Mohammad mengingatkan orang jangan terlalu menggantungkan banyak harapan pada pertemuan pembukaandi Pakistan atau merasa semua konflik sudah diatasi di sana.

Mohammad mengatakan, "Kami telah menjelaskan bahwa pertemuan ini barulah permulaannya, dan jalan di depan penuh dengan kesukaran.

Ia menambahkan ini merupakan langkah penting pertama untuk membantu rakyat Afghanistan mencapai rekonsiliasi nasional dengan kerjasama negara-negara tetangga.

Pakistan mengatakan Kamis, perundingan berlangsung dalam "suasana ramah," dan menekankan peran Islamabad sebagai “fasilitator”.

Tanpa memberikan banyak rincian, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Qazi Khalilullah mengatakan kepada para wartawan bahwa pemerintah Afghanistan dan delegasi Taliban berbicara tentang langkah-langkah "semacam membangun keyakinan."

"Ini menunjukkan kepentingan kedua pihak untuk melanjutkan pembicaraan. Saya ingin menekankan bahwa ini suatu proses dan bukan hanya satu peristiwa di mana pembicaraan diadakan dan tidak ada kelanjutannya. Akan ada perkembangan lebih lanjut. Kedua pihak telah menyatakan minatnya untuk mendatangkan perdamaian ke Afghanistan," ujarnya.

Juru bicara ini menegaskan lagikomitmen Pakistan untuk membantu usaha negara tetangganya yang dilanda perang untuk mengakhiri permusuhan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Ia mengatakan proses perdamaian yang baru lahir sepenuhnya didukung oleh para pemangku kepentingan regional maupun internasional.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG