Tautan-tautan Akses

Perundingan Damai Gagal, Juru Runding Oposisi Suriah Mundur


Mohamed Alloush, juru runding utama oposisi Suriah, tiba di tempat pertemuan dengan PBB di Jenewa, Swiss (13/4). (Reuters/Denis Balibouse)

Mohamed Alloush, juru runding utama oposisi Suriah, tiba di tempat pertemuan dengan PBB di Jenewa, Swiss (13/4). (Reuters/Denis Balibouse)

Dua pekan pembicaraan damai di Jenewa, berakhir tanpa dicapainya kesepakatan, karena pertempuran berkobar lagi di dekat perbatasan Suriah.

Juru runding utama oposisi Surian untuk pembicaran perdamaian menyatakan mundur dari jabatannya akibat kegagalan upaya perdamaian yang didukung PBB untuk menemukan solusi politik bagi perang saudara yang telah berlangsung lam di negara itu.

Mohamed Alloush, dalam sebuah pernyataan hari Minggu (29/5), mengaitkan keputusannya dengan kekerasan militer yang terus berlanjut oleh pasukan pemerintah, dengan dibantu Rusia, untuk mempertahankan jabatan Presiden Bashar al-Assad yang dimusuhi.

Dalam pesan yang diunggah ke Twitter, Alloush – anggota senior kelompok pemberontak kuat Jaish al-Islam – mengutip apa yang disebutnya "rezim Assad yang keras kepala dan berlanjutnya pemboman serta serangan terhadap rakyat Suriah."

Dua pekan pembicaraan damai di Jenewa, di mana utusan PBB bertemu secara terpisah dengan utusan pemerintah Assad dan kelompok oposisi, berakhir bulan April tanpa dicapainya kesepakatan, karena pertempuran berkobar lagi di dekat perbatasan Suriah.

Sebuah pembicaraan sementara putaran ketiga ditetapkan untuk akhir bulan Mei telah gagal terwujud. Pekan lalu, utusan khusus PBB Staffan de Mistura mengatakan belum ada tanggal yang akan ditetapkan untuk perundingan lebih lanjut, hingga pihak yang bertikai menyetujui pemberlakuan gencatan senjata yang memungkinkan bantuan kemanusiaan diberikan kepada puluhan ribu warga sipil di Suriah yang semakin putus asa.

Belum ada komentar dari PBB hari Minggu atas pengumuman pengunduran diri Mohammed Alloush. [zb]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG