Tautan-tautan Akses

Pertunjukan Angklung di KAA Pecahkan Rekor MURI

  • R.Teja Wulan

Panggung pertunjukan 'Harmony of Angklung for the World' di Bandung (23/4). (VOA/R. Teja Wulan)

Panggung pertunjukan 'Harmony of Angklung for the World' di Bandung (23/4). (VOA/R. Teja Wulan)

Pemain angklung terdiri dari pelajar, mahasiswa, kalangan profesional, dan warga kota Bandung lainnya, memainkan lagu pop klasik “We Are the World”.

Pertunjukan angklung yang dimainkan 20 ribu orang di Stadion Siliwangi, Bandung, Kamis pagi (23/4), memecahkan rekor pergelaran musik angklung dengan pemain terbanyak pada Museum Rekor Indonesia (MURI).

Dimainkan dalam acara “Harmony of Angklung for The World” dalam rangkaian peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) ini juga akan dicatatkan dalam rekor dunia Guinness World of Record.

Pemain angklung terdiri dari pelajar, mahasiswa, kalangan profesional, dan warga kota Bandung lainnya, memainkan lagu pop klasik “We Are the World”.

Permainan angklung tersebut dipimpin oleh seorang konduktor dari Saung Angklung Udjo, Daeng Udjo. Lagu yang dibawakan tersebut merupakan pesan perdamaian dari warga Kota Bandung dan Jawa Barat untuk dunia.

Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, rekor dunia ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga kota Bandung, provinsi Jawa Barat, dan Indonesia. Rekor ini mampu memecahkan rekor sebelumnya di Jakarta yang melibatkan 11 ribu pemain angklung.

“Hari ini dunia akan menyaksikan bahwa ada sebuah negara namanya Indonesia, di provinsi Jawa Barat, di Kota Bandung, penduduknya akan membunyikan angklung memecahkan rekor dunia. Dan bagi mereka yang hadir, ini adalah peristiwa sejarah di diri kita masing-masing karena peristiwa peringatan Konferensi Asia Afrika hanya hadir 10 tahun sekali. Dan beruntunglah Anda yang hadir di Stadion Siliwangi ini, akan membunyikan angklung, jati diri Indonesia yang bunyinya, musiknya, akan disuarakan ke seluruh dunia," ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, angklung yang sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO sejak tahun 2010 ini harus tetap dijaga oleh segenap bangsa Indonesia agar tidak punah.

“Terus terang saya merinding, saya bangga dan bahagia berada di tengah-tengah sebuah acara yang akan menjadi sejarah dan ini akan terjadi 10 tahun lagi. Dan saya tidak yakin akan ada yang bisa memecahkan rekor hari ini," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pendukung acara pemecahan rekor dunia ini, Taufik, yang merupakan pemimpin Saung Angklung Udjo mengatakan, animo masyarakat Kota Bandung untuk sukarela mendaftar dan berpartisipasi dalam acara ini sangat tinggi.

“Luar biasa, sampai pendaftaran ditutup pun permintaan dari sana-sini untuk ikut dalam acara pemecahan rekor ini sangat tinggi. Mereka sukarela datang ke Saung Angklung Udjo ingin mendaftarkan diri," ujarnya.

Selain lagu “We Are the World”, sejumlah lagu lainnya juga dibawakan dalam acara ini, diantaranya “Halo-halo Bandung”, “Manuk Dadali”, dan “Padamu Negeri”.

Piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) diberikan langsung kepada Walikota Ridwan dan disaksikan pula oleh perwakilan dari Guinness World of Record. Rekor ini akan dicatat pula oleh Guinness World of Record setelah diadakan rapat di London.

Selain di Jakarta, sebelumnya rekor pergelaran angklung dengan jumlah peserta terbanyak diselenggarakan di Beijing, Australia, dan Washington DC.

XS
SM
MD
LG