Tautan-tautan Akses

Pertemuan Bencana PBB Dibuka di Jepang


Sekjen PBB Ban Ki-moon (Foto:dok/REUTERS/Faisal Al Nasser)

Sekjen PBB Ban Ki-moon (Foto:dok/REUTERS/Faisal Al Nasser)

Laporan dari Kantor PBB Urusan Pengurangan Resiko Bencana (UNISDR) mencatat, kerugian ekonomi dari bencana rata-rata 250 sampai 300 milyar dolar per tahun.

Para pembuat kebijakan berkumpul untuk menghadiri pertemuan sepuluh tahunan tentang pengurangan resiko bencana, Sabtu (14/3), dengan harapan konferensi tsunami yang menghantam Jepang beberapa tahun lalu itu, sebagai contoh bagi upaya-upaya menanggulangi bencana alam dan perubahan iklim.

Pertemuan itu berlangsung pada waktu yang bersamaan dengan datangnya topan Pam yang menyerang Wanuatu di Pasifik Selatan, menakutkan penduduk hari Sabtu yang menyebabkan puluhan orang tewas.

Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengatakan ia telah bertemu Presiden Wanuatu pagi itu dan menyampaikan"duka cita mendalam" serta solidaritas dengan penduduk di kepulauan itu.

Sebuah laporan dari Kantor PBB Urusan Pengurangan Resiko Bencana (UNISDR) mencatat, kerugian ekonomi dari bencana rata-rata 250 sampai 300 milyar dolar per tahun.

"Dua pertiga bencana alam itu berasal dari perubahan iklim,” kata Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius kepada AFP sebelum menghadiri konferensi itu.

Fabius adalah ketua dari konferensi COP 21 untuk perubahan iklim yang akan diadakan di Paris bulan Desember mendatang.

XS
SM
MD
LG