Tautan-tautan Akses

Pertemuan ASEAN akan Bahas Sengketa Laut Cina Selatan


Sekjen ASEAN, Surin Pitsuwan (Foto: dok).

Sekjen ASEAN, Surin Pitsuwan (Foto: dok).

Para pengamat mengatakan sengketa wilayah di Laut Cina Selatan kemungkinan akan menjadi fokus utama pada KTT ASEAN mendatang.

Menurut pengamat, kemajuan pembicaraan terkait sengketa Laut Cina Selatan akan berlangsung lambat mengingat penyusunan aturan prilaku antara blok regional itu dan Tiongkok lama tertunda.

Ketidaksepakatan mengenai pertikaian maritim, yang menempatkan Tiongkok sebagai pihak yang bertentangan dengan beberapa negara tetangganya di Asia Tengara, merintangi ASEAN dalam mengeluarkan pernyataan bersama pada KTT Juli lalu di Kamboja untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kebuntuan itu diduga kuat karena adanya tekanan dari Beijing.

Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan mengatakan pekan lalu, isyarat baik muncul dari pembicaraan yang sedang berlangsung antara Tiongkok dan blok regional itu mengenai bagaimana merancang aturan prilaku untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Meskipun Pitsuwan memperkirakan tidak akan ada hasil yang dicapai sebelum KTT ASEAN dan Asia Timur 15 November mendatang di Phnom Penh, ia mengharapkan adanya pembicaraan terbuka mengenai Laut Cina Selatan pada KTT itu.

Ernie Bower, penasehat senior dan ketua Kajian Asia Tenggara di CSIS, sepakat bahwa peluangnya kecil aturan prilaku akan ditandatangani pada KTT November. Namun ia mengatakan kepada VOA, ia memperkirakan, Tiongkok akan mengambil langkah yang lebih tidak agresif pada KTT itu.

Banyak anggota ASEAN menyalahkan Kamboja, yang kini mengetuai blok itu, karena mengalah pada tekanan Tiongkok Juli lalu dengan menolak usulan pernyataan kelompok itu.

Bower mengatakan, semua pihak harus menyadari bahwa apabila ASEAN tidak dapat membahas, atau bahkan menyebut, masalah keamanan regional yang paling penting saat ini, badan regional itu tidak memiliki banyak manfaat.
XS
SM
MD
LG