Tautan-tautan Akses

Pertempuran Berat Pecah antara Armenia dan Azerbaijan


Seorang anak Armenia di Nagorno-Karabakh, Gevorg Grigoryan (12 tahun) dirawat di rumah sakit setelah terluka dalam serangan oleh pasukan Azerbaijan, Sabtu (2/4).

Seorang anak Armenia di Nagorno-Karabakh, Gevorg Grigoryan (12 tahun) dirawat di rumah sakit setelah terluka dalam serangan oleh pasukan Azerbaijan, Sabtu (2/4).

Pasukan Armenia dan Azerbaijan terlibat pertempuran berat hari Jumat malam (1/4) di daerah separatis yang tegang Nagorno-Karabakh.

Pertempuran berat telah pecah antara negara yang bersaingan Armenia dan Azerbaijan di daerah separatis yang tegang Nagorno-Karabakh, dalam pertempuran yang cukup gawat untuk memperoleh perhatian Presiden Rusia Vladimir Putin.

Paling sedikit satu orang anak diyakini telah tewas dalam pertempuran antara dua bekas Republik Soviet itu yang pecah Jumat (1/4) malam. Masing-masing pihak saling menuduh sebagai pihak yang memulai pertempuran, dan masing-masing dari kedua pihak mengatakan pihak lawannya menderita korban yang besar.

Presiden Rusia Putin hari Sabtu (2/4) mendesak kedua pihak agar menghentikan tembakan dan menahan diri, menurut juru bicara Kremlin.

Daerah Nagorno-Karabakh adalah bagian dari Azerbaijan, tetapi telah dikuasai pasukan Armenia sejak tahun 1994, ketika kedua pihak mengakhiri perang atas daerah itu. Walaupun bertahun-tahun perundingan, keadaan di daerah itu tetap rawan.

Kedua pihak dipisahkan dengan zona bebas militer sebagai penyangga, tetapi masing-masing pihak saling menuduh melanggar zona netral itu.

Armenia mengatakan Azerbaijan memulai pertempuran terbaru ini dengan serangan yang menggunakan tank, artileri, dan helicopter. Azerbaijan mengatakan Armenia melancarkan tembakan pertama dengan artileri berat.

Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan pihaknya menembak jatuh satu helikopter Azerbaijan, tetapi para pejabat Azerbaijan membantahnya. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG