Tautan-tautan Akses

Pertempuran Pasukan Afghanistan, Taliban Berlanjut di Kandahar


PM Pakistan Nawaz Sharif (tengah kanan)menyambut Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (tengah kiri) setibanya di bandara Nur Khan, Rawalpindi, Pakistan (9/12).

PM Pakistan Nawaz Sharif (tengah kanan)menyambut Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (tengah kiri) setibanya di bandara Nur Khan, Rawalpindi, Pakistan (9/12).

Para pejabat Afghanistan juga melaporkan, Selasa (8/12), pertempuran antara faksi-faksi Taliban yang bersaingan mengakibatkan puluhan orang tewas dan banyak lainnya terluka di Herat, Afghanistan barat, di mana sebuah faksi Taliban yang baru dibentuk bermarkas.

Pertempuran antara pasukan keamanan Afghanistan dan kelompok militan Taliban berlanjut, Rabu (9/12), di Kandahar. Militer berusaha menghentikan serangan pemberontak terhadap sebuah kompleks perumahan militer dekat bandara di kota yang terletak di Afghanistan selatan itu.

Sedikitnya sembilan orang tewas dalam serangan yang berlangsung mulai Selasa (8/12) setelah sejumlah pembom bunuh diri menyerang kompleks itu dan kemudian bertahan di sebuah gedung sekolah di dekatnya.

Komandan korps regional Jenderal Daud Shah Wafadar mengatakan kepada VOA, ia yakin ia merupakan target serangan militan itu.

Taliban mengirimkan sebuah pernyataan ke VOA yang mengklaim para pembom bunuh diri mereka menjatuhkan banyak korban di pihak pasukan keamanan Afghanistan, dengan menewaskan dan melukai puluhan orang. Namun Taliban dikenal suka membesar-besarkan jumlah korban dalam serangan mereka.

Para pejabat Afghanistan juga melaporkan, Selasa (8/12), pertempuran antara faksi-faksi Taliban yang bersaingan mengakibatkan puluhan orang tewas dan banyak lainnya terluka di Herat, Afghanistan barat, di mana sebuah faksi Taliban yang baru dibentuk bermarkas.

Ada laporan, para pemberontak Taliban bersiap untuk melakukan serangan terhadap faksi yang membangkang itu karena menolak berjanji untuk setia kepada pemimpin baru kelompok itu, Mullah Mansour Akhtar. Mansour mulai memimpin Taliban Juli lalu setelah kematian pendiri Taliban, Mullah Omar, dikukuhkan. [ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG