Tautan-tautan Akses

Pertempuran Merebak Dekat Istana Presiden Pantai Gading


Beberapa anggota pasukan, yang tidak diketahui dari kelompok mana, melewati ibukota Abidjan, Jumat (1/4).

Beberapa anggota pasukan, yang tidak diketahui dari kelompok mana, melewati ibukota Abidjan, Jumat (1/4).

Penduduk bersembunyi dalam rumah selagi pasukan Alassane Ouattara menggempur pasukan pendukung Presiden Gbagbo.

Tembakan senjata berat dan ledakan mencekam kota utama Pantai Gading, Abidjan, sementara pertempuran memperebutkan kekuasaan atas negara itu berkobar di luar istana presiden dan rumah Presiden Laurent Gbagbo di pinggir kota.

Penduduk bersembunyi di rumah mereka hari Jumat sementara lasykar Presiden Alassane Ouattara bertempur melawan pasukan yang masih setia kepada Gbagbo. Pertempuran juga terjadi di luar markas besar televisi pemerintah. Siaran televisi tidak mengudara hari Kamis, tetapi kembali menayangkan video pro-Gbagbo Jumat malam.

Tidak jelas apakah Gbagbo berada dalam rumahnya, di istana presiden atau di tempat lain. Seorang penasehat yang berbasis di Paris, Alain Toussaint, mengatakan hari Jumat bahwa Gbagbo tidak bermaksud menyerahkan kekuasaan.

Seorang jurubicara misi PBB di Pantai Gading mengatakan kepada VOA bahwa misi itu telah menawarkan untuk mengangkut Gbagbo keluar dari negara itu untuk membantu penyelesaian krisis.

Ouattara telah dinyatakan pemenang pemilihan presiden bulan November, tetapi Gbagbo tidak mau meletakkan jabatan dan telah dapat menguasai sebagian besar negara itu dengan pertolongan militer.

Namun, lasykar Ouattara tidak menghadapi perlawanan dari pasukan pro-Gbagbo ketika mereka memasuki Abidjan hari Kamis, setelah serangan gerak cepat melintasi negara itu dimana mereka merebut kota demi kota.

Hari Jumat, Palang Merah mengatakan paling sedikit 800 orang tewas dalam pertempuran hari Selasa di kota bagian barat Pantai Gading. Tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu.


Hari Jumat, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak Gbagbo agar menyerahkan kekuasaan dan memperingatkan kedua pihak bahwa siapapun yang melanggar HAM akan dimintai pertanggungjawaban. Baik pendukung Gbagbo maupun Ouattara dituduh melanggar.


Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) mengatakan ada laporan tentang pembunuhan sewenang-wenang, pembunuhan dan penyiksaan anak-anak serta kekerasan seksual.



XS
SM
MD
LG