Tautan-tautan Akses

Para saksi mata dan pejabat di Sudan Selatan mengatakan pemberontak telah menyerang ibukota negara bagian Nil Utara yang kaya minyak.

Toby Lanzer, pejabat PBB urusan kemanusiaan di Sudan Selatan, mengatakan pertempuran pecah Selasa pagi di Malakal, dan ia mendesak semua pihak yang terlibat agar menghormati hak-hak rakyat dan melindungi warga sipil.

Pemberontak sempat menguasai Malakal, tetapi militer Sudan Selatan yang dibantu oleh pasukan negara tetangga Uganda, merebut kembali kota itu.

Pemerintah Sudan Selatan menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemberontak bulan lalu, tetapi kedua pihak saling menuduh pihak lain melanggar pakta tersebut.

Pertempuran dimulai pertengahan Desember lalu dan telah menewaskan ribuan orang serta memaksa lebih dari 800.000 orang meninggalkan rumah mereka.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG