Tautan-tautan Akses

Personel Militer AS Dihukum Terkait Serangan Rumah Sakit di Afghanistan


Seorang warga Afghanistan (kiri) berbicara dengan para karyawan di koridor rumah sakit Medecins Sans Frontieres (MSF) di Kunduz yang hancur akibat serangan udara, Oktober 2015 (Foto: dok).

Seorang warga Afghanistan (kiri) berbicara dengan para karyawan di koridor rumah sakit Medecins Sans Frontieres (MSF) di Kunduz yang hancur akibat serangan udara, Oktober 2015 (Foto: dok).

Serangan terhadap rumah sakit di Kunduz pada bulan Oktober menewaskan 42 orang, termasuk staf medis dan pasien.

Para pejabat mengatakan personel AS yang terlibat dalam serangan udara selama setengah jam yang menghancurkan rumah sakit Doctors Without Borders (MSF) di Afghanistan telah atau akan dihukum.

Kolonel Patrick Ryder, juru bicara Komando Pusat AS mengatakan "orang-orang yang paling dekat hubungannya dengan insiden tersebut telah dibebastugaskan dan dirujuk untuk tindakan administratif."

Hukuman belum diumumkan, namun dilaporkan termasuk surat teguran, yang dapat menghambat promosi jabatan.

Departemen Pertahanan akan segera menerbitkan laporan yang sudah disensor mengenai penyelidikan serangan itu.

Serangan terhadap rumah sakit di Kunduz pada bulan Oktober menewaskan 42 orang, termasuk staf medis dan pasien.

Jenderal Angkatan Darat John Campbell, komandan tertinggi AS di Afghanistan pada saat itu dan sudah meletakkan jabatan, mengatakan serangan terhadap rumah sakit tersebut adalah "dampak langsung kesalahan manusia yang bisa dihindari." Ia menyebut serangan itu "kesalahan tragis." [as/uh]

XS
SM
MD
LG