Tautan-tautan Akses

AS-India Selesaikan Persetujuan Nuklir Sipil yang Macet


Presiden AS Barack Obama berjabat tangan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi yang diapit ibu negara AS Michelle Obama di New Delhi (25/1).
Presiden AS Barack Obama berjabat tangan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi yang diapit ibu negara AS Michelle Obama di New Delhi (25/1).

Amerika menandatangani persetujuan dengan India pada 2008 untuk menyediakan teknologi nuklir sipil tetapi pelaksanaannya telah macet.

Hujan tidak mengurangi kegembiraan mengenai kunjungan bersejarah Presiden Amerika Barack Obama di India sementara ribuan tentara turut dalam parade yang memukau Senin (26/1) dimana ia menjadi tamu kehormatan.

Obama adalah presiden Amerika yang pertama menghadiri Hari Republik India, yang merayakan undang-undang dasar pertama sebagai negara merdeka, yang mulai berlaku tanggal 26 Januari tahun 1950.

Presiden Amerika itu menggunakan hari pertama dari kunjungan tiga harinya Minggu bersama Perdana Menteri India Narendra Modi dan merampungkan beberapa persetujuan.

Obama dan Modi mengumumkan mereka telah mencapai terobosan dalam perundingan persetujuan tenaga nuklir yang sudah lama macet.

Amerika menandatangani persetujuan dengan India pada 2008 untuk menyediakan teknologi nuklir sipil. Tetapi, pelaksanaannya telah macet karena undang-undang India membuat perusahaan-perusahaan teknologi nuklir dan penyedia peralatannya dapat dituntut di pengadilan sekiranya terjadi kecelakaan.

Kedua pihak sepakat Minggu untuk mengadakan asuransi jutaan dolar yang tidak memaksa India mengubah undang-undangnya.

Rincian lebih jauh masih tidak jelas, tetapi Presiden Obama menyebut persetujuan Minggu itu satu langkah penting yang menunjukkan bagaimana kedua pihak dapat bekerjasama untuk meningkatkan hubungan.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan ia dan Perdana Menteri India Narendra Modi telah mencapai terobosan dalam perundingan persetujuan tenaga nuklir yang sudah lama macet.​

XS
SM
MD
LG