Tautan-tautan Akses

Pernak-Pernik Pilpres: Dari Patung Mini Hingga Layang-layang Capres

  • Yudha Satriawan

John Ramos, seorang pengrajin di Solo, memanfaatkan momen menjelang pemilihan Presiden 2014 dengan membuat dan menjual layang-layang bergambar pasangan capres-cawapres (Foto: VOA/Yudha)

John Ramos, seorang pengrajin di Solo, memanfaatkan momen menjelang pemilihan Presiden 2014 dengan membuat dan menjual layang-layang bergambar pasangan capres-cawapres (Foto: VOA/Yudha)

Momen Pemilu Presiden dimanfaatkan para warga di Solo untuk mencoba meraup untung. Mereka membuat patung mini berbentuk Calon Presiden hingga layang-layang bergambar pasangan Capres-Cawapres.

Jari jemari Agus Wiryawan, warga jajar Solo, terus bergerak lincah mengukir bahan mirip tanah liat sambil sesekali mengamati gambar capres Jokowi di laptopnya, Rabu siang (11/6). Tak berapa lama, terbentuk patung mentah berbentuk wajah calon presiden Jokowi. Tampak sejumlah patung lainnya sudah ada yang jadi. Ada patung mini Capres Jokowi dan capres Prabowo Subianto sambil memegang bendera merah putih.

Sambil mengerjakan ukiran di patung tersebut, Agus mengaku mencoba meraup untung dari bisnis pesanan patung mini buatannya tersebut. Satu patung, jelas Agus, butuh waktu sekitar lima hari hingga seminggu. Menurut Agus, pesanan pembuatan patung mini para capres ini sudah mulai berdatangan.

“Tokoh Pilpres yang sudah saya buat patung mininya yaitu Pak Jokowi dan Pak Prabowo Subianto. Kalau yang cawapresnya belum saya buat patung mininya. Kalau tingkat kesulitan, menbuat patung mini para capres ini ada di pak Jokowi. Soalnya wajahnya kan agak unik. Kalau yang Pak Prabowo, malah cepat jadi. Ya, ini untuk memanfaatkan momen Pilpres. Ini langsung ada pesanan patung mini. Yang sudah jadi ini tidak saya jual, sudah dibeli soalnya,” kata Agus Wiryawan.
Agus Wiryawan, seorang pemahat patung dari Solo, Jawa Tengah, dengan hasil karyanya (Foto: VOA/Yudha)

Agus Wiryawan, seorang pemahat patung dari Solo, Jawa Tengah, dengan hasil karyanya (Foto: VOA/Yudha)

Lebih lanjut Agus mengungkapkan satu patung dijual dengan kisaran harga 300 ribu hingga satu setengah juta rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. Agus mengaku juga mendapat pesanan patung mini dari sejumlah negara antara lain Kanada dan Australia.

Kondisi yang sama juga dialami pembuat layang-layang bergambar para calon Presiden. Salah seorang pembuat dan penjual layang-layang di tepi Jalan Slamet Riyadi Solo, John Ramos, tangannya tampak terampil memainkan kuas dengan beragam warna menggambar pasangan calon presiden dan nomor urutnya.

Ramos mengatakan ide membuat layang-layang bergambar pasangan capres-cawapres ini untuk meraup untung dengan memanfaatkan momen Pemilu Presiden. Ramos mengaku layang-layang tersebut mulai diminati para pembeli.

“Saya memang memanfaatkan momen Pilpres ini, pesta demokrasi, apalagi capresnya, Pak Jokowi kan berasal dari Solo, orang Solo. Ini kreatifitas saya untuk menarik pembeli. Saya kan penjual, menyediakan dagangan untuk pendukung kedua Capres, yang fanatik ya silakan," jelas John Ramos.

"Alhamdulillah layang-layang bergambar capres Jokowi-JK sudah ada yang laku beberapa, tapi yang capres Prabowo belum laku. Saya memilih media layang-layang untuk dagangan saya, ya karena ini kan sudah musimnya. Bukan musim hujan, anginnya juga mulai kencang,” lanjutnya.

Ramos membuat layang-layang bergambar pasangan capres dan cawapres, Prabowo –Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla. Layang-layang buatan Ramos tersebut menarik warga yang melintas di sekitar lokasi jualannya tersebut.

Setiap hari layang-layang terebut terjual hingga delapan buah dengan harga kisaran 60 ribu hingga 75 ribu rupiah tergantung ukuran besar kecilnya layang-layang. Layang-layang tersebut dibuat dari kain tipis tahan air dan rangka bambu yang bisa dilipat. Ramos meraup untung hingga dua kali lipat dari harga pembuatan layang-layang.
XS
SM
MD
LG