Tautan-tautan Akses

AS

Permainan Video Bantu Berdayakan Anak Penderita Kanker

  • Jessica Berman

Anak-anak bermain permainan video PE yang dikembangkan para ahli di Universitas Utah. (Foto: University of Utah)

Anak-anak bermain permainan video PE yang dikembangkan para ahli di Universitas Utah. (Foto: University of Utah)

Para ahli merancang permainan video untuk anak-anak penderita kanker, untuk membantu menggunakan pikiran dan tubuhnya melawan penyakit tersebut

Para ahli kesehatan telah lama mengetahui bahwa permainan video dapat membantu dalam perawatan beragam kondisi medis. Sekarang, para peneliti di Amerika Serikat sedang mengembangkan permainan elektronik yang secara spesifik dirancang untuk anak-anak penderita kanker, yang akan memberdayakan mereka untuk menggunakan pikiran dan tubuhnya untuk melawan penyakit tersebut.

Permainan video bukanlah sesuatu yang baru dalam pengobatan penyakit pada anak-anak. Permainan elektronik digunakan dalam terapi untuk meningkatkan kesadaran akan asma dan mendorong penggunaan obat di antara remaja, dan permainan populer seperti WII Fit mendorong aktivitas fisik, membantu anak-anak yang gemuk dan berisiko diabetes untuk bergerak agar berat badannya turun. Permainan-permainan semacam itu telah terbukti membantu anak-anak mengontrol dan mengelola kondisi kesehatan mereka.

Saat ini, para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Utah telah merancang permainan simulasi komputer secara spesifik untuk anak-anak penderita kanker. Prototipe-nya menggunakan pengontrol dari konsol Play Station 3 keluaran Sony, dan memungkinkan pasien kanker anak-anak untuk memilih karakter, atau avatar, untuk merepresentasikan mereka dalam lima skenario menantang. Spesialis kanker anak Carol Bruggers membantu mengembangkan simulasi tersebut.

“Ada permainan memukul kepiting, permainan memungut sampah, ada yang menggunakan papan untuk berjalan, permainan melempar kepiting, dan membangun dinding pertahanan,” ujar Bruggers. “Dan karakter kartun ini adalah representasi dari aspek-aspek yang berbeda dalam melawan suatu penyakit.”

Bruggers mengatakan bahwa permainan, yang namanya kurang menarik – Pemberdayaan Pasien (Patient Empowerment , PE), itu telah diterima dengan baik dalam uji coba yang melibatkan sekelompok kecil pasien kanker.

Dalam penelitiannya, Bruggers mengatakan bahwa tujuan jangka panjang untuk anak-anak ini adalah untuk menumbuhkan ketahanan yang diukur oleh aktivitas otak, dan untuk meningkatkan pengkondisian fisik dan jantung, yang berarti masa rawat inap yang lebih pendek.

Yang masih harus ditentukan, menurut Bruggers, adalah apakah anak-anak penderita kanker yang melakukan permainan seperti PE memiliki hasil yang lebih baik.
“Satu hal yang membuat kami sangat bersemangat adalah memikirkan pemberdayaan diri dan kontrol terhadap penyakit seseorang,” ujar Bruggers.

“Harapan kami adalah bahwa ini tidak terbatas untuk pasien onkologi anak. Kami berharap ini dapat digunakan dalam populasi yang beragam untuk berbagai penyakit.”

Tujuan utama Bruggers adalah untuk menyesuaikan PE untuk pasien baik rawat inap maupun rawat jalan, dengan beragam kesakitan, termasuk stroke, Parkinson dan masalah ingatan.

Artikel yang menggambarkan permainan PE, yang dikembangkan oleh Carol Bruggers dan koleganya di Universitas Utah, diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine.
XS
SM
MD
LG