Tautan-tautan Akses

Perluasan Masjid Sri Lanka Diizinkan Meski Ada Protes Kelompok Garis Keras


Tentara Komando Pasukan Khusus berdiri di luar masjid yang dirusak di Kolombo, Sri Lanka (11/8).

Tentara Komando Pasukan Khusus berdiri di luar masjid yang dirusak di Kolombo, Sri Lanka (11/8).

Pemerintah mengizinkan perluasan masjid meski ada keberatan-keberatan dari kelompok Buddhis garis keras yang menyasar minoritas Muslim.

Pemerintah Sri Lanka mengatakan pada Selasa (13/8) bahwa mereka mengizinkan rencana untuk membangun sebuah masjid di Kolombo, meski ada keberatan-keberatan dari kelompok Buddhis garis keras yang menyasar anggota-anggota komunitas minoritas Muslim dalam serentetan serangan baru-baru ini.

Permintaan-permintaan untuk memperluas masjid terus telah berulangkali ditolak, ujar para ulama, karena pekerjaan konstruksi berarti pemotongan bagian dari pohon bo, yang dianggap sakral oleh umat Buddha.

Masjid berlantai tiga tersebut mulai diperluas sekitar sebulan yang lalu, namun diserang Sabtu malam lalu, memicu bentrokan-bentrokan antara kelompok Muslim dan Buddhis Sinhala serta jam malam selama dua hari di wilayah tersebut di pusat kota.

Sejak tahun lalu ada peningkatan kekerasan melawan Muslim di Sri Lanka, mengikuti peristiwa-peristiwa di Burma, yang juga menghadapi lonjakan serangan oleh para anggota komunitas mayoritas melawan Muslim.

Di Burma, para biksu Buddhis garis keras memimpin kampanye melawan Muslim.

Di Sri Lanka, sebuah kelompok yang disebut Bodu Bala Sena (BBS), atau "kekuatan tenaga Buddhis," telah mencoba menarik perhatian umat Buddha terhadap kampanyenya. Namun BBS telah menyangkal keterlibatan dalam serangan masjid yang terakhir.

"Otoritas Pembangunan Urban akan menyerahkan lahan ke masjid yang lama dan pohon bo juga akan ditumbangkan untuk memfasilitasi konstruksi," ujar M.K.B, Dissanayake, sekretaris di Kementerian Buddhisme dan Urusan Agama.

“Perluasan masjid yang lama juga akan diizinkan," tambahnya. "Pemerintah akan membantu membangun masjid, jika umat Islam meminta bantuan."

Pada saat yang sama, pemerintah mengatakan akan menutup masjid baru, meski tidak memberikan alasan untuk keputusan itu. Para Buddhis di wilayah tersebut mengatakan masjid baru dibangun tanpa izin yang benar.

Pihak berwenang lokal mulai menebang pohon bo untuk memberi jalan pada perluasan, diawasi oleh pasukan polisi elit.

Warga setempat mengatakan polisi seharusnya dapat mencegah konflik akhir pekan lalu jika mereka lebih tegas. Video CCTV yang diambil dari salah satu rumah memperlihatkan bahwa orang-orang menyerang masjid meski ada polisi.

Menurut Dewan Muslim Sri Lanka, lembaga yang merepresentasikan sebagian besar organisasi Muslim di negara tersebut, insiden tersebut merupakan serangan ke-25 di masjid-masjid yang dilaporkan kepada mereka dari seluruh negeri.

Delegasi Uni Eropa di Kolombo mengecam peningkatan serangan terhadap Muslim.

“Kebebasan berkumpul secara damai dan kebebasan beribadah merupakan fondasi masyarakat demokratis dan harus dilindungi oleh negara," ujar delegasi tersebut dalam pernyataan tertulis.

“Uni Eropa meminta pemerintah Sri Lanka untuk menjamin keadilan lewat penyelidikan yang cepat dan tak berpihak dan memungkinkan semua warga Sri Lanka menjalankan hak-haknya secara bebas."

Sekitar 70 persen dari populasi Sri Lanka yang mencapai 20,3 juta adalah Buddhis, sementara Muslim sekitar 9 persen. (Reuters)
XS
SM
MD
LG