Tautan-tautan Akses

Perluas Jaringan, PT Pos Indonesia Gandeng Ribuan Pesantren NU

  • R.Teja Wulan

Menteri BUMN Dahlan Iskan berpidato dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Pos Indonesia dengan PBNU. (VOA/R. Teja Wulan)

Menteri BUMN Dahlan Iskan berpidato dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Pos Indonesia dengan PBNU. (VOA/R. Teja Wulan)

Untuk memperluas jaringan pelayanan pos di berbagai pelosok daerah, PT Pos Indonesia menggandeng 24.000 pesantren Nahdlatul Ulama.

PT Pos Indonesia memperluas jaringan pelayanan pos di berbagai pelosok daerah dengan menggandeng 24.000 pesantren Nahdlatul Ulama (NU), yang akan menjalankan tugas dalam bidang pos, mulai dari pengiriman dokumen, pengiriman barang, hingga jasa transaksi pembayaran berbagai keperluan.

Kerja sama dengan pesantren NU di seluruh Indonesia ini diharapkan dapat memudahkan para santri dan masyarakat di sekitar pesantren yang pada umumnya berada di pedesaan, ujar salah satu pejabat PT Pos, Kamis (6/6).

Mereka selama ini kesulitan menjangkau perkotaan untuk melakukan transaksi pembayaran listrik, telepon, pengiriman dokumen, pengiriman barang, dan pengiriman uang, ujar Direktur Ritel dan Properti PT Pos Indonesia, Setyo Riyanto, di Bandung, pada penandatanganan kesepahaman untuk program tersebut.

Ia menambahkan, melalui kerja sama ini layanan pos akan ada di setiap pesantren dan para santri akan diberi pelatihan secara rutin oleh perusahaan negara tersebut. Untuk saat ini, sebagai awal, PT Pos akan melakukan uji coba di pesantren yang ada di Jakarta dan Jawa Barat, untuk selanjutnya dilakukan di seluruh pesantren NU di Indonesia, ujarnya.

“Dari hasil pembicaraan kita dengan NU, NU sendiri siap. Mereka sudah punya
peralatan yang memadai, sangat sederhana (sistem operasionalnya),” ujar Setyo.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj mengungkapkan,
NU dan PT Pos Indonesia memiliki kesamaan visi, yaitu sama-sama berorientasi
kerakyatan.

“Kalau kerja sama ini betul-betul terlaksana dengan baik, akan ada manfaat keuntungan bagi kedua belah pihak, baik keuntungan pengalaman – yang paling penting, pendidikan, dan lagi juga keuntungan materi yang sudah barang tentu akan kita capai dengan tulus ikhlas,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Dahlan Iskan berharap,
kerja sama tersebut tidak hanya sekadar perencanaan, namun langsung dijalankan. Sebagai langkah awal, Dahlan meminta agar PT Pos Indonesia dalam waktu tiga bulan ke depan sudah dapat merekrut 50 pesantren untuk mengoperasikan kerja sama tersebut.

“Tahap pertama, minta daftar kepada PBNU 100 pesantren. Tahap kedua adalah melakukan
survei dan penelitian, dari 100 itu mana yang bisa cepat dibuka sebanyak 50
buah (pesantren). Tahap ketiga adalah merekrut para santri atau para tenaga untuk diadakan pelatihan,” ujarnya.

Menurut Dahlan, kerja sama seperti yang dilakukan oleh PBNU dan PT Pos Indonesia sangat penting untuk memperluas akses pelayanan sampai ke desa-desa.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG