Tautan-tautan Akses

Perlambatan Ekonomi China akan Berlanjut pada 2015


Para pekerja tengah berjalan keluar dari sebuah konstruksi bangunan di Pusat Distrik Bisnis di Beijing, China (20/1).

Para pekerja tengah berjalan keluar dari sebuah konstruksi bangunan di Pusat Distrik Bisnis di Beijing, China (20/1).

Pemerintah China mengatakan hari Selasa (20/1) bahwa ekonominya bertumbuh hanya 7,4 persen dalam tahun 2015, hanya sedikit turun dari pertumbuhan yang diperkirakan sebelumnya 7,5 persen.

Ekonomi China bertumbuh dengan laju yang paling lambat dalam 24 tahun, dan kecenderungan mendingin itu diperkirakan akan terus berlangsung ke tahun 2015, demikian menurut data baru yang dikeluarkan oleh Beijing.

Pemerintah China mengatakan hari Selasa (20/1) bahwa ekonominya bertumbuh hanya 7,4 persen dalam tahun 2015, hanya sedikit turun dari pertumbuhan yang diperkirakan sebelumnya 7,5 persen.

Para analis mengatakan laju tersebut tidak seburuk yang dapat terjadi, mengingat satu tahun kredit macet meningkat dan harga-harga real estate jatuh.

Harga properti diperkirakan akan terus membebani ekonomi tahun 2015, dan mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi berbagai sektor lain ekonomi. Para pakar khawatir akan terjadinya siklus deflasi yang akan memperlamban permintaan di berbagai perindustrian dalam-negeri China.

Bank Dunia mengatakan berlanjutnya perlambanan ekonomi China dapat mempengaruhi pasar dunia, yang melenyapkan pengaruh positif peningkatan kegiatan ekonomi di pasar tenaga kerja Amerika dan Inggris.

Data baru China itu telah mempengaruhi Dana Moneter Internasional untuk menurunkan perkiraannya akan pertumbuhan global dalam dua tahun mendatang.

IMF memperingatkan bahwa kelemahan dalam negara-negara ekonomi besar akan mengalahkan pengaruh positif harga minyak yang rendah, yang telah disambut dengan gembira oleh konsumen dalam minggu-minggu terakhir.

XS
SM
MD
LG