Tautan-tautan Akses

AS

Perjanjian Perdagangan Dikecam oleh Kandidat Capres AS


Kandidat calon presiden AS dari Partai Demokrat, Bernie Sanders, dalam kampanye di Laramie, Wyoming (5/4). (AP/Brennan Linsley)

Kandidat calon presiden AS dari Partai Demokrat, Bernie Sanders, dalam kampanye di Laramie, Wyoming (5/4). (AP/Brennan Linsley)

Donald Trump dan Bernie Sanders sama-sama mengecam Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Politik perdagangan mencuat lagi minggu ini setelah Ford Motor Company mengumumkan akan segera membuka pabrik perakitan mobil kecil di San Luis Potosi, Meksiko yang akan memperkerjakan 2.800 orang menjelang tahun 2020.

Kandidat calon presiden Partai Republik, Donald Trump segera mengecam keras pabrik mobil itu karena mengirim lapangan kerja Amerika ke Meksiko dan menyebutnya “memalukan”.

Ini bukan isu baru bagi Trump. Ia menyasar pabrik Ford di Meksiko ketika ia mengumumkan ikut mencalonkan diri sebagai presiden bulan Juni tahun lalu, dengan mengatakan bahwa sebagai presiden ia akan membatalkan pembebasan pajak impor yang diciptakan oleh Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

“Setiap mobil dan setiap truk dan setiap suku cadang yang dibuat di pabrik ini dan melewati perbatasan masuk ke Amerika akan kita kenakan pajak 35 persen," kata Trump.

Ia tidak menjelaskan bagaimana ini bisa dilakukan karena presiden tidak punya kewenangan untuk memberlakukan pajak yang melanggar perjanjian perdagangan yang dirundingkan dengan negara-negara lain, disetujui oleh Kongres dan telah ditandatangani oleh presiden sebelumnya. Tapi pendukung Trump menyambut gembira pernyataan ini dan janjinya untuk menciptakan lapangan kerja lebih banyak.

Di pihak Partai Demokrat, Senator asal Vermont Bernie Sanders telah menggunakan perjanjian perdagangan bebas untuk melawan pesaingnya, mantan Menlu Hillary Clinton, yang suaminya mantan presiden Bill Clinton menandatangani perjanjian NAFTA.

Sanders mengatakan jika terpilih sebagai presiden ia akan merundingkan kembali NAFTA atau perjanjian-perjanjian perdagangan lainnya.

“Kita harus mengangkat standar hidup pekerja di negara ini dan di seluruh dunia,” katanya. “Perdagangan adalah hal baik tapi harus didasarkan pada prinsip yang adil."

Di pihaknya, Clinton menarik dukungannya terhadap Perjanjian Perdagangan Pasifik yang digagas Presiden Obama dan didukungnya ketika ia menjabat sebagai menlu. [my/al]

XS
SM
MD
LG