Tautan-tautan Akses

Perjanjian Nuklir Iran Mulai Berlaku 20 Januari


Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton (kiri) bersama Menlu Iran Mohammad Javad Zarif saat tiba di perundingan Jenewa November 2013 lalu (foto: dok).

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton (kiri) bersama Menlu Iran Mohammad Javad Zarif saat tiba di perundingan Jenewa November 2013 lalu (foto: dok).

Pejabat Kementerian Luar Negeri Iran hari Minggu (12/1) mengatakan bahwa perjanjian nuklir yang disepakati di Jenewa, Swiss akan mulai berlaku 20 Januari mendatang.

Iran dan enam negara adidaya di dunia sepakat tentang bagaimana mewujudkan perjanjian nuklir sementara yang disepakati bulan November lalu, yang beberapa diantaranya akan dimulai pekan depan.

Pejabat-pejabat Kementerian Luar Negeri Iran hari Minggu (12/1) memastikan bahwa perjanjian Jenewa akan diterapkan mulai tanggal 20 Januari.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton juga memastikan tanggal itu dengan mengatakan, beberapa pihak kini akan meminta badan pengawas nuklir PBB – IAEA – untuk memverifikasi pelaksanaan perjanjian itu.

Iran akan membatasi pengayaan uraniumnya – yang oleh Barat dikatakan telah digunakan untuk bom nuklir. Sebagai imbalannya, Amerika dan Uni Eropa akan memperlunak sanksi-sanksi ekonomi terhadap Iran dalam enam bulan ke depan.

Selama waktu itu – keenam negara adidaya dunia yaitu Inggris, China, Perancis, Jerman, Rusia dan Amerika – akan melanjutkan perundingan tentang perjanjian tetap dengan Iran. Tim pengawas PBB akan memastikan ketaatan Iran.

Presiden Amerika Barack Obama hari Minggu mengatakan Amerika dan negara-negara lain akan mulai “memberi kelunakan” sanksi-sanksi ekonomi selama Iran ingin mempertahankan perjanjian itu.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan perundingan dengan Iran akan sangat sulit. Tetapi ia mengatakan ini merupakan kesempatan terbaik untuk menyelesaikan isu keamanan nasional yang penting secara damai dan abadi.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG