Tautan-tautan Akses

Perjanjian Logistik Militer AS-India Masih Belum Rampung


Menhan AS Ash Carter (kiri) bertemu PM India Narendra Modi untuk membahas perjanjian logistik militer AS dengan India, di New Delhi, Selasa (12/4).

Menhan AS Ash Carter (kiri) bertemu PM India Narendra Modi untuk membahas perjanjian logistik militer AS dengan India, di New Delhi, Selasa (12/4).

Amerika dan India telah setuju untuk berbagi logistik militer, tetapi perjanjian resmi mengenai kesepakatan itu belum rampung.

Amerika dan India secara prinsip telah setuju untuk berbagi logistik militer, tetapi suatu perjanjian resmi mengenai itu belum akan rampung dalam beberapa pekan mendatang, kata Menteri Pertahanan Amerika Ash Carter, Selasa (12/4).

Perjanjian Dukungan Logistik (LSA) akan memberi militer kedua negara akses ke pangkalan pihak lain untuk reparasi dan pengisian kembali logistik. Ini akan membuat koordinasi berlangsung lebih mulus, kata seorang pejabat pertahanan senior, dengan mengizinkan Amerika menjual dengan mudah bahan bakar India dan menyediakan suku cadang peralatan.

India dan Amerika mencapai kesepakatan hari Selasa untuk memulai dua proyek pembangunan bersama teknologi baru: satu proyek mengenai tampilan helm digital dan proyek lainnya mengenai sistem deteksi biologi, kata Carter pada konferensi pers dengan menteri pertahanan India di New Delhi.

Menteri Pertahanan India Manohar Parrikar mengatakan kepada wartawan bahwa perjanjian penting lainnya, yang melibatkan teknologi kapal induk, perlu satu atau dua pertemuan lagi untuk merampungkannya.

Armada Angkatan Laut India sekarang ini mencakup dua kapal induk. Militer India berencana membuat kapal induk ke-tiga yang akan dibangun di India pada tahun 2028, kata seorang pejabat pertahanan senior negara itu. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG