Tautan-tautan Akses

AS

Perjalanan Panjang Perempuan AS Jadi Presiden

  • Associated Press

Victoria Claflin Woodhull, adalah perempuan AS pertama yang mencalonkan diri jadi presiden, namun ia datang dari partai kecil.

Victoria Claflin Woodhull, adalah perempuan AS pertama yang mencalonkan diri jadi presiden, namun ia datang dari partai kecil.

Presiden AS datang dari Partai Demokrat atau Partai Republik. Dan untuk pertama kalinya, salah satu dari dua organisasi yang besar dan bertahan itu telah memilih perempuan sebagai kandidat presiden.

Dalam beberapa hari ini telah disebutkan, ditulis dan dibaca berulang kali, bahwa Hillary Clinton adalah perempuan pertama yang menjadi kandidat presiden dari sebuah partai besar.

Tapi mengapa ada kata "besar"? Sebelumnya belum pernah ada perempuan AS yang sedekat ini menuju Gedung Putih, bukan?

Menurut para ahli sejarah Smithsonian, jumlahnya melebihi 200 orang, mencakup kandidat-kandidat dari banyak partai kecil, dan termasuk kandidat-kandidat yang mencalonkan diri sebagai presiden bahkan sebelum perempuan mendapatkan hak untuk memilih tahun 1920.

Daftar tersebut termasuk nama-nama baru-baru ini seperti Jill Stein, kandidat Partai Hijau tahun ini yang juga maju dengan label yang sama tahun 2012; Shirley Chisholm, anggota Kongres berkulit hitam pertama, yang maju untuk nominasi kandidat presiden Partai Demokrat tahun 1972; anggota Kongres Michele Bachmann, kandidat Partai Republik tahun 2012; dan mantan Senator Carol Moseley Braun, kandidat calon presiden Demokrat tahun 2004.

Victoria Woodhull?

Pejuang hak-hak perempuan pada paruh abad ke-19, Victoria Woodhull umumnya disebut sebagai perempuan pertama yang mencalonkan diri sebagai presiden sebagai nomine dari partai politik.

Woodhull mengumumkan pencalonannya secara publik dalam surat tertanggal 2 April 1870 untuk harian New York Herald. Seperti dicatat oleh Majalah Smithsonian, ia menulis bahwa ia memperkirakan akan mendapat "lebih banyak cemoohan daripada antusiasme" namun "apa yang terlihat absurd sekarang akan dianggap sebagai aspek serius di kemudian hari."

Ia meraih nominasi tahun 1872 dari Partai Persamaan Hak (salah satu dari beberapa organisasi yang mengklaim nama itu pada era tersebut). Namun partai tidak mendapatkan akses kertas suara di negara bagian mana pun tahun 1872, jadi tidak ada suara yang tercatat untuk Woodhull.

Selain itu, ia belum mencapai usia 35 tahun pada Hari Pelantikan, membuatnya tidak sah untuk menjabat.

Satu dekade setelah Woodhull, aktivis hak untuk memilih Belva Ann Lockwood dua kali mengikuti proses nominasi untuk Partai Persamaan Hak Nasional tahun 1884 dan 1888.

Obituarinya pada 20 Mei 1917 di harian The New York Times menggambarkannya sebagai "perempuan pertama yang praktik di Mahkamah Agung, pionir gerakan hak perempuan dalam memberikan suara, dan satu-satunya perempuan yang pernah menjadi kandidat Presiden Amerika Serikat."

Sebagian besar dari daftar penghitungan suara populer tidak mengikutsertakan Lockwood, meskipun berbagai ahli sejarah mencatatnya meraih sekitar 4.100 suara di enam negara bagian yang mengizinkan namanya ada di kertas suara pda 1884.

Apa Artinya untuk Clinton?

Kisah Woodhull telah menyebar dalam beberapa minggu terakhir ini di media sosial, seringkali disebarkan oleh kelompok konservatif, atau barangkali para pendukung Bernie Sanders yang tidak puas, yang ingin menanamkan keraguan atas posisi Clinton dalam sejarah.

Hal ini jelas merupakan pengingat bahwa gerakan-gerakan vokal, bahkan dari partai minor yang kecil, telah membantu membentuk politik dan kebijakan Amerika.

Namun jelas bahwa pemerintah AS sejak lama terpusat pada sistem dua partai. Terakhir kali kandidat partai ketiga atau independen mendapatkan suara "Electoral College" adalah George Wallace tahun 1968, dan ia adalah mantan gubernur Alabama, yang dipilih sebagai Demokrat. Bahkan Ross Perot tidak berhasil mendapatkan suara elektoral pda 1992 atau 1996, meskipun mendapatkan jutaan suara populer.

Jadi presiden datang dari Partai Demokrat atau Partai Republik. Dan untuk pertama kalinya, salah satu dari dua organisasi yang besar dan bertahan itu telah memilih perempuan sebagai kandidat presiden.

Tentunya Victoria Woodhull dan Belva Ann Lockwood akan sepakat dengan fakta sejarah tersebut. [hd]

XS
SM
MD
LG