Tautan-tautan Akses

AS

Peritel Target Minta Maaf Atas Bobolnya Keamanan Kartu Kredit


Senator Charles Schumer difoto dari balik troli toko Target saat mengadakan jumpa pers mengenai peretasan kartu kredit 40 juta pelanggan peritel tersebut. (Foto: Dok)

Senator Charles Schumer difoto dari balik troli toko Target saat mengadakan jumpa pers mengenai peretasan kartu kredit 40 juta pelanggan peritel tersebut. (Foto: Dok)

Target meminta maaf atas bobolnya keamanan transaksi tahun lalu yang memungkinkan peretas mencuri informasi kartu kredit dan debit dari kira-kira 40 juta pelanggan.

Pimpinan perusahaan jaringan ritel Target yang berbasis di Amerika mengatakan perusahaan itu sedang mempercepat penggunaan teknologi baru untuk menghentikan pencurian data kartu kredit.

Dalam sidang dengar pendapat Senat Amerika Selasa (4/2), direktur keuangan Target John Mulligan meminta maaf atas bobolnya keamanan transaksi tahun lalu yang memungkinkan peretas mencuri informasi kartu kredit dan debit dari kira-kira 40 juta pelanggan.

Mulligan mengatakan jaringan toko tersebut sedang memasang dengan cepat teknologi yang dapat membaca lempengan dalam kartu yang mempersulit pencurian informasi.

Alat tersebut digunakan secara luas di Eropa dan Asia, tetapi tidak di Amerika Serikat karena biayanya.

Sebagian besar kartu kredit Amerika menggunakan strip magnet yang membuatnya lebih terbuka untuk dicuri.

Seorang pimpinan jaringan toko Neiman Marcus memberitahu para senator bahwa orang-orang yang mencuri informasi pelanggan tahun lalu menggunakan teknologi yang sangat canggih yang hampir mustahil untuk dideteksi.
XS
SM
MD
LG