Tautan-tautan Akses

AS

Peringatan Trump pada Comey dapat Hentikan Percakapan di Gedung Putih


Dari kiri: Presiden Donald Trump, mantan direktur FBI James Comey dan penjabat sementara Direktur FBI Andrew McCabe.(Foto: dok).

Peringatan Presiden Trump pada mantan Direktur FBI Comey dapat menghentikan Percakapan di Gedung Putih. Sejak berbulan-bulan, Presiden Donald Trump mengeluh mengenai bocornya informasi peka yang menurutnya bertujuan untuk merugikan pemerintahannya. Tapi hari Jumat (13/5), Trump sendiri mengancam akan melakukan pembocoran.

Dalam tweet dini hari , Trump tampaknya mengatakan dia punya rekaman percakapan dengan Direktur FBI James Comey, yang dipecatnya awal pekan ini.

"James Comey lebih baik berharap bahwa tidak ada 'rekaman' percakapan kami sebelum dia mulai membocorkan kepada pers!," kata presiden dalam pesan twitter itu.

Dia tidak mengatakan secara tegas bahwa pertemuannya dengan Comey telah direkam, dan juru bicaranya tidak dapat menjelaskan hal itu pada briefing selanjutnya, tetapi komentar Trump secara luas diartikan sebagai ancaman terhadap Comey.

Perkembangan terakhir ini merupakan peningkatan besar dalam sengketa publik antara Trump dan Comey, yang memimpin penyelidikan tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden tahun 2016, dan juga untuk mengetahui apakah ada persekongkolan antara Moskow dan tim kampanye Trump.

Kecurigaan akan adanya sistem perekaman di Gedung Putih itu juga merupakan pelanggaran besar dari praktek yang berlaku sebelumnya.

Para pejabat Gedung Putih memperingatkan hari Jumat (12/5) bahwa praktek itu juga bisa berpengaruh pada percakapan-percakapan masa depan dengan Presiden Trump yang mestinya merupakan rahasia.

Komentar-komentar Trump juga memicu perbandingan dengan Presiden Richard Nixon yang secara rahasia merekam percakapannya dengan para pejabat di Gedung Putih ketika terjadi Skandal Watergate tahun 1970-an. [sp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG