Tautan-tautan Akses

Peretas Unggah Data Situs Perselingkuhan ‘Ashley Madison’ ke Internet


Pendiri Ashley Madison, Noel Biderman, menunjukkan lamannya di sebuah tablet dalam sebuah wawancara dengan media di Hong Kong. (Foto: Dok)

Pendiri Ashley Madison, Noel Biderman, menunjukkan lamannya di sebuah tablet dalam sebuah wawancara dengan media di Hong Kong. (Foto: Dok)

Para peretas menggunakan apa yang disebut ‘dark web’ yang hanya bisa diakses menggunakan peramba atau browser khusus.

Para peretas mengunggah detil-detil personal lebih dari satu juta pengguna situs perselingkuhan AshleyMadison.com ke Internet, menurut laporan laman-laman teknologi hari Selasa (18/8), serangan dunia maya tingkat tinggi terbaru yang mengancam akan merusak hubungan di seluruh dunia.

Setelah mengancam akan membeberkan informasi berbau cabul dari 37 juta pelanggan laman itu, yang menggunakan slogan “Hidup itu singkat. Berselingkuhlah,” itu, para peretas mengklaim akan menerbitkan alamat-alamat email dan data kartu kredit yang dicuri bulan Juli.

Kantor berita Reuters tidak dapat segera mengukuhkan otentisitas unggahan tersebut. Avid Life Media, yang memiliki Ashley Madison dan Established Men, secara luas digambarkan sebagai “situs oom senang,” tidak memverifikasi apakah data itu benar, namun mengatakan ia tahu klaim tersebut.

Para peretas menggunakan apa yang disebut ‘dark web’ yang hanya bisa diakses menggunakan peramba atau browser khusus.

Dalam beberapa jam, ribuan alamat email dari Amerika Utara dan Eropa, termasuk banyak tautan ke korporasi dan universitas muncul di situs-situs lain saat orang-orang memecahkan (decrypted) basis data tersebut. Pembuatan akun Ashley Madison dapat menggunakan nama dan email orang lain.

Para peretas telah menyebut diri mereka sebagai “hakim moral, juri dan juru eksekusi, yang melihat pentingnya memberlakukan kebajikan personal di semua masyarakat,” menurut perusahaan tersebut dalam pernyataan.

“Ini merupakan tindakan ilegal yang memiliki konsekuensi nayata bagi warga tak bersalah yang hanya menjalani kehidupan mereka sehari-hari,” ujarnya.

Biro Investigasi Federal (FBI) sedang menyelidiki pencurian itu bersama polisi Kanada dan polisi lokal.

Para peretas, yang menyebut diri mereka The Impact Team, membocorkan potongan-potongan data curian tersebut bulan Juli dan mengancam akan mempublikasikan nama-nama serta foto-foto bugil dan fantasi seksual para pelanggan, kecuali jika Ashley Madison dan situs lain yang dimiliki Avid Life ditutup.

"Avid Life Media telah gagal menutup Ashley Madison dan Established Men,” tulis laman teknologi Wired yang mengutip The Impact Team dari pernyataan yang menyertai pengunggahan data-data.

“Kami telah menjelaskan kecurangan, tipu daya dan kebodohan ALM (Avid Life Media) dan para anggotanya. Sekarang semua orang dapat melihat data mereka,” ujar para peretas tersebut, menurut Wired.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG