Tautan-tautan Akses

AS

Peretas China Diduga Curi Data Jutaan Pekerja Federal AS


Para pejabat penegak hukum ASmengatakan kepada sejumlah media bahwa mereka meyakini para peretas China berada di balik serangan itu.

Para pejabat penegak hukum ASmengatakan kepada sejumlah media bahwa mereka meyakini para peretas China berada di balik serangan itu.

Serangan dunia maya terhadap Kantor Manajemen Personel (OPM) itu mungkin yang paling besar namun bukan yang pertama kalinya terhadap sistem komputer pemerintah federal.

Para pejabat AS mengatakan para peretas di China melancarkan serangan dunia maya besar-besaran terhadap badan federal yang bertanggung jawab mendata latar belakang dan mengeluarkan izin keamanan bagi jutaan pegawai negeri.

Kantor Manajemen Personel (OPM) hari Kamis (4/6) mengatakan sebanyak empat juta pegawai dan bekas pegawai federal mungkin terkena dampaknya. Dikatakan, jumlahnya bisa bertambah sementara penyelidikan sedang dilakukan.

Para pejabat penegak hukum mengatakan kepada sejumlah media bahwa mereka meyakini para peretas China berada di balik serangan itu.

Seorang juru bicara kedutaan China di Washington, Zhu Haiquan, mengatakan negaranya melarang serangan dunia maya. Dia menambahkan, “mengambil kesimpulan dan melancarkan tuduhan secara gegabah adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak produktif.”

Seorang anggota Partai Demokrat pada Komite Intelijen DPR, Adam Schiff dari negara bagian California, mengatakan serangan ini paling mengejutkan “karena rakyat AS mungkin menganggap jaringan komputer federal dijaga dengan sistem yang canggih.”

OPM mengatakan mendeteksi pelanggaran keamanan itu bulan April, sebelum melakukan apa yang disebutnya “upaya agresif” untuk menerapkan pengamanan yang lebih ketat. Dikatakan, FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri sedang menyelidikinya untuk mengetahui seberapa besar kerugiannya.

FBI mengatakan mengganggap serius segala ancaman sistem dunia maya terhadap sektor publik maupun swasta dan akan menindak pelakunya.

OPM mengatakan akan memberitahu semua pegawai dan bekas pegawai federal yang informasinya mungkin telah dicuri. Badan itu akan memberikan akses ke laporan data dan pengawasan kepada para pegawai itu, serta memberikan layanan pemulihan pencurian identitas tanpa biaya.

Serangan dunia maya terhadap OPM itu mungkin yang paling besar namun ini bukan pertama kalinya para peretas mengakses sistem komputer pemerintah federal.

Komputer-komputer di Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri pernah diserang. Akun Twitter dan YouTube milik komando militer pusat AS juga pernah diretas.

Dinas Pajak AS, Internal Revenue Service, mengatakan bulan lalu bahwa para peretas mencuri informasi sekitar 100,000 pembayar pajak.

Para peretas juga pernah menyerang perusahaan komersial raksasa seperti studio film Sony Pictures, toko Target dan Home Depot, situs lelang online EBay, dan bank JP Morgan Chase.

Sebagian serangan itu diduga dilakukan Korea Utara, Rusia dan China. Para pakar mengatakan China ingin mengetahui rahasia industri dan dagang AS. China membantah tuduhan itu dan mengatakan telah menjadi target serangan para peretas AS.

XS
SM
MD
LG